![]() |
| Lokasi SMP N 1 Karangnongko Klaten (Foto : Anto) |
Keterangan yang dihimpun, Sabtu (24/11), gelaja aneh mulai terjadi pada beberapa siswa tersebut sejak pagi hari sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai. Semula, hanya dua siswa yang kesurupan.
Tidak lama kemudian, empat siswa lainnya mengalami hal serupa.
Menurut salah seorang guru Cahyo Yuwono, gejala awalnya, sejumlah siswa berbicara diluar kewajaran. Mereka mengancam, kalau ruang karawitan terus digunakan sebagai tempat KBM maka kesurupan akan terus akan terjadi.
Mengetahui adanya siswa yang kesurupan, beberapa guru langsung membawanya ke sebuah ruangan untuk disembuhkan. Setelah dibacakan doa-doa, tak lama kemudian keenam siswa tersebut sadar dan bisa mengikuti KBM seperti biasa. Namun pada jam istirahat siang, sekitar pukul 12.00 WIB, kejadian serupa kembali terjadi. Dua siswa kembali kesurupan, beruntung bisa ditangani dan cepat dipulihkan.
Lebih lanjut dijelaskan, sekolah belum mengetahui secara pasti penyebab kesurupan tersebut. Dugaan sementara, peristiwa tersebut terjadi berkaitan dengan ruang karawitan yang dijadikan sebagai tempat untuk KBM. Atas peristiwa tersebut, pihak sekolah belum memutuskan solusi apa untuk mengatasi masalah itu. Sebab, kewenangan penggunaan kelas ada ditangan kepala sekolah.
Seperti diketahui sebelumnya, Selasa (6/11) lalu sebanyak 16 siswa SMPN I Karangnongko mengalami kesurupan massal. Dalam keadaan tidak sadar, siswa berteriak histeris meminta rehab salah satu gedung di sekolah tersebut untuk dihentikan. Selain itu, siswa juga meminta supaya ruang karawitan tempat untuk menyimpan gamelan tidak digunakan sebagai ruang kelas. (Anto)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !