![]() |
| Lokasi dan patung Ki Narto Sabdho (Foto : Sumanto) |
"Monumen yang baru sekarang ini tidak pas, bahkan lebih bagus memakai patung lama yang setengah badan," Ungkap, anggota Paguyuban Senirupa Klaten (Pasren), Karang Sasongko, dan beberapa seniman lainnya.
Kartunis GM Sudharta menyatakan, patung yang dipasang tidak layak untuk sebuah monumen, Padahal, pendirian monumen bertujuan memperingati keabadian karya dan orang yang dimonumenkan, sehingga harus dibuat dari bahan yang awet.
Ungkapan serupa juga disampaikan oleh Ketua Dewan Kesenian Klaten, Drs Harsono. Menurutnya, pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Klaten, agar melakukan evaluasi hasil renovasi monumen tersebut. Sementara itu, tujuh pematung Seniman Merdeka bermarkas di Sanggar Seni Lima Benua di Desa Belangwetan, Klaten Utara selaku pembuat patung menyatakan, pihaknya telah melakukan penelitian sebelum membuat patung Ki Narto Sabdho. Mereka telah melakukan penelitian dua bulan sebelum melaksanakannya.
Menurut Humas Seniman Merdeka, Hari Purnama, adanya kesalahan pandang, pihaknya membuat patung bukan merenovasi monumen. Pihaknya melihat foto dan mencari rekomendasi tentang sosok yang mirip. "Ada tujuh patung yang kami buat, beberapa diantaranya setengah badan, namun itu ayng dipilih oleh pihak yang memberi kami pekerjaan," ungkap Hari Purnama.
Lebih lanjut dia menjelaskan, foto-foto lama Ki Nato Sabdho dikumpulkan dan diolah untuk mendapatkan gambaran paling sesuai. Pihaknya juga melihat patung dalang yang ada di Semarang dan TMII. Setelah muncul polemik tersebut, pihaknya sudah mendatangi seniman yang mengeluhkan karyanya. Dia menyatakan, sebenarnya pihaknya sebagai seniman hanya diminta membuat patung, bukan membuat monumen. Antara patung dan monumen itu yang menjadi salah paham, dan pihaknya telah mengupayakan jalan yang disebut rekonsiliasi seniman.
"Kami hanya pihak pelaksana dari pengguna anggaran (PT Tetrako)," tandas Hari Purnama.
Sementara itu, Kepala DPU Klaten, Ir H Tajudin Akbar, mengatakan, akan mempertemukan para seniman untuk membahas patung Ki Narto Sabdho yang dibangun di Jalan Merbabu tersebut. Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari protes yang dilontarkan para seniman, terkait pembuatan patung yang dinilai tak sesuai bila dijadikan monumen. Kemiripan patung, pewarnaan sampai posisi tangan menjadi sorotan, sebab dinilai tidak mirip, dan ada kaidah yang tidak sesuai.
Dikatakan, patung Ki Nartop Sabdho dibuat oleh pihak ketiga pemenang lelang dalam proyek pembangunan taman kota. Taman yang berlokasi di sebelah timur kompleks Pemkab Klaten itu, dibuat sebuah gunungan berukuran besar, dengan patung Ki Narto Sabdho di depannya. Tangan kanannya tampak memegang tangan kiri di bagian depan. Menurutnya, proyek tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan taman kota yang dilakukan Pemkab Klaten tahun anggaran 2012, bukan pembangunan monumen. (Anto)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !