![]() |
| 2.013 penari jaran kepang di koridor Jl Jenderal Sudirman (Foto: Sugeng K) |
SOLO- INDEPNEWS.Com ; Gelaran 2.013 penari jaran kepang di koridor Jl Jenderal Sudirman Senin malam (31/12), Sempat tertunda sekitar dua jam lebih dari jadwal yang direncanakan. Hujan deras mengguyur kota Solo sejak sore hari, hingga sekitar pukul 21.00 hujan baru reda, padahal rencana gelaran 2.013 penari jaran kepang dilaksanakan pukul 19.00 namun baru bisa di gelar pukul 21.00.
Meskipun sempat nampak kegelisahan dari para siswa serta orang tua murid yang mendampingi, pasalnya hujan tidak segera reda dan tidak ada tempat berteduh yang layak untuk para siswa SD hingga SMP tersebut, namun hal ini tidak menyurutkan semangat mereka untuk mensukseskan acara tersebut.
"Saya kasihan dengan anak - anak tersebut mereka terpaksa hujan - hujan untuk menunggu prosesi tarian jaran kepang tersebut. Coba lihat mereka sudah mulai kedinginan menunggu dari sore hari tadi" ungkapnya.
Setelah hujan reda panitiapun segera memulai tarian yang melibatkan 2.013 pelajar tersebut. Tarian dengan durasi 12 menit tersebut dibawakan dengan semangat luar biasa oleh para pelajar tersebut.
"Tarian ini menggambarkan kegembiraan anak-anak yang diekspresikan secara kolosal, yang dibentuk dengan komposisi sebagai suatu ruang dan jumlah yang banyak, serta gerakan sederhana. Prinsipnya lebih ingin mengajak anak-anak membuka dunia melalui kesenian tradisi dan seni kerakyatan bangsa ini,” Ujar Hanindawan, koordinator tari kolosal Jarang Kepang.
Sementara itu Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengapresiasi semangat para peserta tari kolosal, meski sebelumnya tari kolosal tersebut terancam batal. Iapun ikut bergabung bersaama 2.013 anak-anak menari jaran kepang.
“Saya sangat bangga dengan semangat yang ditunjukkan oleh para pelajar ini, dan saya sangat mengapresiasi mereka,” ujarnya. (SK)
![]() | |||
| Tampak para peserta berteduh dgn alat seadanya (Foto:Sugeng K) |
"Saya kasihan dengan anak - anak tersebut mereka terpaksa hujan - hujan untuk menunggu prosesi tarian jaran kepang tersebut. Coba lihat mereka sudah mulai kedinginan menunggu dari sore hari tadi" ungkapnya.
Setelah hujan reda panitiapun segera memulai tarian yang melibatkan 2.013 pelajar tersebut. Tarian dengan durasi 12 menit tersebut dibawakan dengan semangat luar biasa oleh para pelajar tersebut.
"Tarian ini menggambarkan kegembiraan anak-anak yang diekspresikan secara kolosal, yang dibentuk dengan komposisi sebagai suatu ruang dan jumlah yang banyak, serta gerakan sederhana. Prinsipnya lebih ingin mengajak anak-anak membuka dunia melalui kesenian tradisi dan seni kerakyatan bangsa ini,” Ujar Hanindawan, koordinator tari kolosal Jarang Kepang.
Sementara itu Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengapresiasi semangat para peserta tari kolosal, meski sebelumnya tari kolosal tersebut terancam batal. Iapun ikut bergabung bersaama 2.013 anak-anak menari jaran kepang.
“Saya sangat bangga dengan semangat yang ditunjukkan oleh para pelajar ini, dan saya sangat mengapresiasi mereka,” ujarnya. (SK)



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !