Tidak Ada Diskriminasi Dalam Dunia Pendidikan INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , » Tidak Ada Diskriminasi Dalam Dunia Pendidikan

Tidak Ada Diskriminasi Dalam Dunia Pendidikan

Ditulis Oleh redaksi Kamis, 10 Januari 2013 | 09.26

Ilustrasi Dinas Pendidikan
SUMENEP - INDEPNEWS.Com ; Meskipun Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) dan Sekolah Berstandar Internasional (SBI) dihapus oleh Mahkamah Konstitusi (MK), sejumlah sekolah di Kabupaten Sumenep yang sudah menerapkan pendidikan global tidak sampai luntur untuk mencetak para siswa dalam memiliki pola kecerdasan global.

Hal tersebut ditegaskan, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, H.Ach. Masuni, SE, M.Si kepada wartwan, Rabu (09/01) kemarin di kantornya. Menurutnya, selama ini pola pendidikan RSBI yang ada di Sumenep meskipun mengarah ke pendidikan global seperti penerapan bahasa Inggris dan sebagainya, namun masih tetap menjunjung tinggi budaya lokal dan kearifan lokal.

“Sehingga, tetap ada keseimbangan antara pendidikan global dan muatan lokal yang ada di Sumenep,” ujarnya.

Bahkan, diakui Masuni, pihaknya tetap memperhatikan siswa miskin untuk tetap memiliki hak mendapatkan kesempatan untuk sekolah di RSBI, sehingga tidak ada diskriminasi dalam dunia pendidikan. Terbukti tahun kemarin ada sekitar 40 siswa miskin lulusan SMA yang bisa diterima di Perguruan Tinggi Negeri, seperti di ITB, ITS, Unair dan sebagainya.

Intinya, siswa miskin tersebut tetap mendapat kesempatan untuk belajar seperti siswa yang memiliki kemampuan lebih. Yakni, dengan menggratiskan biaya pendidikan bagi siswa miskin yang memiliki kemauan untuk terus belajar.

Sementara adanya biaya pendidikan yang tetap diberlakukan bagi siswa yang memiliki kemampuan finansial, bagaimanapun tetap harus membayar. Sebab, untuk mendapatkan mutu pendidikan yang baik dan berkualitas tentu tidak bisa dilakukan secara gratis dan jelas ada biayanya untuk memenuhi kebutuhan itu.

“Misalnya dalam kegiatan belajar mengajar di RSBI hingga sore hari jelas membutuhkan biaya tambahan untuk guru yang mengajar diluar jam pengajar termasuk biaya kebutuhan pembelajaran lainnya,” tambahnya.

Jadi, bagi siswa yang memiliki kemampuan tidak bisa disamakan dengan siswa miskin jika kemudaian dikenakan biaya pendidikan. Sebab, tidak logis jika sudah kaya kemudian harus mengenyam pendidikan gratis seperti hanya siswa miskin. (ren)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved