Petani Desa Terasan Nekat Tanam Padi Setelah Sepuluh Kali Gagal Panen INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Petani Desa Terasan Nekat Tanam Padi Setelah Sepuluh Kali Gagal Panen

Petani Desa Terasan Nekat Tanam Padi Setelah Sepuluh Kali Gagal Panen

Ditulis Oleh redaksi Rabu, 06 Februari 2013 | 15.37

Petani sawah tadah hujan mulai mengerjakan tanah miliknya, seperti Gito petani wilayah Kecamatan Kebonarum ini (Foto : Sumanto SP)
KLATEN - INDEPNEWS.Com ; Ratusan petani Desa Terasan Kecamatan Juwiring Klaten memberanikan atau nekat untuk menanam padi di lahan persawahan mereka. Kesepakatan mereka, setelah selama sepuluh kali gagal panen. Selain itu habitat hama tikus yang sudah berkurang, keberanian petani untuk menanam padi ini didukung dengan datangnya musim hujan.

Seorang petani Rochmad (35) mengungkapkan, selama lima musim tanam, tanaman padi sulahan persawahan habis diserang wereng. Kemudian, tiga kali musim taman berikutnya, tanaman padi habis karena hama tikus. "Sudah dua musim tanam terakhir, lahan kami sengaja tidak ditanami apapun karena trauma. Baru musim kali ini para petani berani menanam kembali,” terang Rohmat (35).

Ungkapan serupa disampaikan oleh seorang petani lainnya, Ponidi (43), dia mengaku telah mencoba berulangkali menanami lahan miliknya dengan padi. Kendati berulangkali merugi karena gagal panen, hal itu tidak membuatnya patah semangat untuk terus berusaha. Hingga akhirnya, pada musim tanam yang lalu Ponidi mendapatkan hasil panen yang maksimal.

“Mengetahui hasil panen yang didapat sudah maksimal, warga mulai memberanikan diri untuk ikut menanam padi,” tambah Ponidi.
Sementara itu, Sekretaris Desa Terasan, Riyadi, mengatakan, luas seluruh lahan pertanian di desanya ada 160 hektar. Lahan pertanian seluas itu digarap hamper 60% dari 1423 kepala keluarga.

“Sebagian besar pekerjaan warga adalah petani dan buruh tani. Setelah berkali-kali gagal panen yang dilalui, keberanian warga untuk menanam padi kembali merupakan terobosan yang luar biasa,” jelasnya.

Dijelaskan, lahan pertanian di Desa Terasan menjadi tolok ukur bagi petani di beberapa wilayah lain. Selain rentan terhadap hama, lahan pertanian di Desa Terasan juga selalu diawasi oleh Dinas Pertanian Klaten.

Menurutnya, petani di daerah lain menjadikan lahannya sebagai patokan. Kalau hama menyerang di wilayahnya, bisa dipastikan hama akan menyerang pertanian di lain daerah juga. "Kalau sawah kami menghasilkan, di tempat lain pasti begitu juga,” tambah Riyadi. (Anto)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved