KLATEN - INDEPNEWS ; Selama tahun 2012 hingga bulan Nopember ini, sebanyak 112 balita di Kabupaten Klaten mengalami gizi kurang. Bahkan, sebanyak 307 ibu hamil juga dinyatakan mengalami kekurangan energy kronis (KEK). Dari sebanyak itu, ada satu balita yang ditemukan mengalami gizi buruk.Kepala Dinkes Klaten, Dr Ronny Roekmito menjelaskan, satu kasus gizi buruk itu karena factor keturunan. Balita tersebut menderita penyakit jantung turunan sehingga mempengaruhi asupan gizinya. Disebutkan, tingginya angka balita bergizi kurang bukan hanya disebabkan oleh factor ekonomi keluarga. Fakta yang ditemukan, balita dengan gizi kurang juga ditemukan dari kalangan keluarga mampu. Sebagian besar, penyebab terjadinya gizi kurang pada balita ini adalah budaya memberi makan balita asal wareg.
dr Ronny menambahkan, orangtua sering memberi makan anaknya dengan asupan gizi yang tidak seimbang, bahkan cenderung membahayakan kesehatan. Sebagai contoh, banyak orangtua yang memilih untuk memberi makan anaknya mie instan agar tidak rewel. Padahal, mie instant mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi kesehatan.
Menurut Ronny, kebanyakan orangtua juga tidak memikirkan pemenuhan gizi seimbang bagi balita. Padahal, menu makanan pendamping ASI banyak ditemukan di lingkungan sekitar warga. Meski mengolahnya relatif mudah, namun mereka cenderung malas untuk membuatnya.
Padahal tambah Ronny, bahan makanan pendamping ASI banyak ditemukan di pasar atau di kebun. Namun, warga cenderung malas dan tidak mau repot. Mereka lebih menyukai yang serba instan. (Anto)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !