![]() |
| Pembangunan Barak pengungsian jadi 60 % (Foto:Sumanto) |
Kendati pembangunan sudah berjalan namun pihak Pemkab tak menganggarkan biaya perawatan di APBD tahun 2013. "Pengerjaan ke tiga bangunan barak pengungsian sudah 60 persen. Kami optimis akhir bulan Desember 2012 akan selesai," jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BDBD) Klaten, Sri Winoto SH, kemarin.
Dikatakan, masih ada sisa waktu untuk menyelesaikan proyek di tiga lokasi yakni, di Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan, Desa Demak Ijo, Kecamatan Karangnongko, dan Desa menden, Kecamatan Kebonarum, Klaten.
"Sekarang ini pelaksanaan pembangunannya sudah meneyelsaikan rangka, bahkan sudah memasang atap. Sehingga tinggal tembok dan memasang kelengkapan lainnya," ujar Sri Winoto.
Kendati musim penghujan lanjut dia, namun pihaknya optomis tak akan ada kendala, lantaran saat ini atap sudah selesai. Setelah barak telah selesai, bangunan barak tersebut akan diserahkan ke pemerintah desa. Dan akan dibuat MoU antara Pemkab dan pemerintah desa dalam pengelolaan barak tersebut.
Menurut Sri Winoto, pengtelolaan tiga barak yang masing-masing senilai Rp 3 miliar itu, sepenuhnya akan diserahkan ke desa, karena tidak ada anggaran perawatan.
"Barak pengungsian tersebut akan dimanfaatkan warga sekitar kalau kondIsi Gunung Merapi dalam keadaan normal," tambah Sri Winoto seraya menyatakan, namun jika Merapi Erupsi, tentu saja barak akan diambil alih untuk digunakan sebagai penampungan pengungsi.
Sebelumnya diberitakan, kedua Kades baik kades Demak Ijo Karangnongko Pramono maupun kades Kebondalem Lor Prambanan. Didik Purwadi Nugroho menyatakan jika pihak desa telah diberitahu kalau pengelolaan barak pengungsian diserahkan ke desa.
"Setelah diserahkan ke desa barak nanti akan dikelola untuk berbagai keperluan" tandas Pramono.
Seperti diketahui Pemkab Klaten mulai membangun pondasi tiga barak pengungsian dan tiga Barak tersebut akan diperuntukkan menampung sekitar 10.000 pengungsi jika sewaktu Gunung Merapi kembali erupsi. Pembangunan barak itu merupakan program lama Badan Nasinal Penanggulangan Bencana (BNPB) lewat kabupaten.
Tiga barak pengungsian yang berlokasi di tiga daerah tersebut dibangun didaerah yang aman dari ancaman erupsi atau diluar kawasan rawan bencana (KRB).
"Ke tiga barak pengungsi tersebut ditargetkan selesai pembangunannya dan bisa digunakan pada akhir Desember 2012 mendatang," ujar Sri Winoto, seraya menyebutkan, ke tiga barak itu dibangun di Desa Kebondalem, Kecamatan Prambanan, Desa Menden, Kecamatan Kebonarum, dan Desa Demak Ijo, Kecamatan Karangnngko. Adapun setiap barak diharapkan mampu menampung 3000 pengungsi, dan akan diengkapi berbagai fasiitas. (Anto)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !