![]() |
| Tanpak beberapa warga yang sedang dirawat di RS Klaten |
Keterangan yang dihimpun menyebutkan, korban Sakimin merupakan satu dari puluhan warga Desa Nengahan Bayat yang ikut keracunan makanan. Ketika dibawa ke RS Islam Klaten, korban dalam kondisi baik dan masih bisa diajak berkomunikasi. Namun, semenjak di RS Islam, kondisi Sakimin terus menurun. Kondisinya lemas, dan juga tekanan darah Sakimin juga rendah.
Menurut anak sulung korban, Sunarwan, sewaktu masuk ke RS Islam, bapaknya masih bisa diajak berkomunikasi. Namun, kondisinya terus melemah hingga akhirnya meninggal dunia.Kendatipun termasuk salah satu korban keracunan, tambah Sunarwan, ayahnya (Sakimin-red) juga memiliki penyakit lain yang diderita sebelumnya. Diantaranya, darah tinggi dan asam urat.
“Selain itu, usia bapak juga sudah tua, kondisi kesehatannya sudah tidak prima lagi,” ujarnya.
Meninggalnya seorang korban keracunan massal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Ronny Roekmitto. Meski demikian, Ronny belum bisa menjelaskan penyebab utama meninggalnya korban.
“Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapat kepastian hal tersebut,” ujar dr Ronny.
Sementara itu, Humas RS Islam Klaten, Agus Susanto menjelaskan, selain karena keracunan makanan, ada faktor lain yang menjadi penyebab kematian Sakimin. Antara lain, faktor usia dan penyakit bawaan.
Seperti diketahui, sebelumnya sebanyak 101 warga di tiga desa yang ada di Kecamatan Bayat mengalami keracunan massal setelah mengkonsumsi makanan dari seorang warga Desa Bogem Bayat yang sedang melakukan hajatan. Dalam peristiwa tersebut, sedikitnya 70 warga menjalani rawat inap di beberapa Puskesmas dan rumah sakit. (Anto)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !