![]() |
Pintu lintasan KA saat masih dijaga Santoso sebagai relawan yang dikenal palang mbah ruwet (Foto:Sumanto)
|
KLATEN – INDEPNEWS.Com ; Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan dan menjaga keselamatan pengguna jalan, dengan libur panjang Natal dan Tahun Baru 2013, pintu perlintasan Kereta Api(KA) tanpa palang pintu Mbah Ruwet di Desa Pokak Ceper dijaga oleh anggota Linmas. Penjagaan sengaja dilakukan demi menjaga keselamatan pengguna jalan, mengingat banyaknya
pengendara yang melewati perlintasan tersebut pada setiap liburan panjang.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya jika libur dan hari besar, perlintasan ini ramai dilalui oleh pengendara. Karena itu penjagaan harus ekstra,” ungkap seorng anggota Linmas, Sutarno. Kendati secara sukarela, lanjut Sutarno, dirinya senang bisa membantu para penyeberang. Sebab, di perlintasan Mbah Ruwet ini sudah beberapa kali terjadi kecelakaan yang merenggut korban jiwa. Bahkan, pada 2009 silam sebanyak 16 penumpang bus tewas tertabrak KA di perlintasan tanpa palang ini.
Disebutkan, jumlah pengendara yang melintas pada libur panjang kali ini diprediksi mengalami peningkatan. Menurutnya, selain linmas, ada petugas dari PT Kereta Api Indonesia(KAI) yang diterjunkan untuk ikut melakukan penjagaan. Adapun penjagaan dilakukan secara bergantian mulai dari pukul 06.00 Wib hingga pukul 22.00 Wib.
pengendara yang melewati perlintasan tersebut pada setiap liburan panjang.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya jika libur dan hari besar, perlintasan ini ramai dilalui oleh pengendara. Karena itu penjagaan harus ekstra,” ungkap seorng anggota Linmas, Sutarno. Kendati secara sukarela, lanjut Sutarno, dirinya senang bisa membantu para penyeberang. Sebab, di perlintasan Mbah Ruwet ini sudah beberapa kali terjadi kecelakaan yang merenggut korban jiwa. Bahkan, pada 2009 silam sebanyak 16 penumpang bus tewas tertabrak KA di perlintasan tanpa palang ini.
Disebutkan, jumlah pengendara yang melintas pada libur panjang kali ini diprediksi mengalami peningkatan. Menurutnya, selain linmas, ada petugas dari PT Kereta Api Indonesia(KAI) yang diterjunkan untuk ikut melakukan penjagaan. Adapun penjagaan dilakukan secara bergantian mulai dari pukul 06.00 Wib hingga pukul 22.00 Wib.
“Ada tiga petugas yang berjaga tiap harinya, dan penjagaan dilakukan secara bergantian,” tambahnya.
Seperti diketahui, salah satu perlintasan KA tanpa palang pintu yang sering terjadi kecelakaan dan menelan korban jiwa adalah perlintasan Mbah Ruwet. Meski demikian, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari PT KAI untuk memasang palang pintu permanen di perlintasan yang menghubungkan antara Desa Pokak dengan Desa Jombor Kecamatan Ceper tersebut. (Anto)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !