![]() |
| Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Ach. Masuni, SE, M.Si (Foto:Ren) |
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, H. Ach. Masuni, SE, M.Si kepada wartawan di kantornya, Selasa (18/12) mengungkapkan, bantuan operasional sekolah yang diberikan kepada siswa SMA ini diharapkan betul-betul sesuai dengan prosedur yang ada.
“Pada intinya dana BOS tersebut untuk opersional sekolah, khususnya untuk membantu siswa miskin sehingga tidak kesulitan biaya untuk sekolah.” Ujarnya.
Masuni menekankan, agar para pengelola di lembaga yang menerima BOS SMA tersebut untuk tidak menyalah gunakan dana bantuan dan tidak membohongi siswa dan masyarakat. Sehingga, harapan pemerintah untuk mencetak para siswa berkualitas akan tercapai dengan baik.
Sementara Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Sumenep, Drs. H. Ataur Rahman, M.Si menambahkan total bantuan yang diterima melalui dana BOS SLTA di Kabupaten Sumenep mencapai Rp. 6.147.960.000 yang diberikan melalui lembaganya masing-masing sesuai dengan jumlah siswa msikin yang ada, dengan anggaran perjumlah siswa Rp. 65.000 perbulan dalam satu tahun.
Dijelaskan, dana BOS tersebut merupakan program Pemerintah Jawa Timur untuk mengurangi beban siswa utamanya yang miskin. Yang tujuannya untuk menampung siswa untuk tidak putus sekolah hingga dapat menamatkan SLTA dan bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi.
“Selain untuk siswa miskin, dana BOS tersebut juga bisa dipergunakan untuk Operasional Sekolah, TIK, maupun untuk sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan penggunaan dana BOS.” Pungkasnya. (ren)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !