![]() |
| Lokasi terminal baru sedang dilakukan pengurukan (Foto:Sumanto) |
Sejumlah mantan pedagang yang berusaha di Terminal lama (Terminal Bus Jonggrangan) mengungkapkan, pihak pemerintah daerah dinilai kurang memperhatikan warga kecil seperti pedagang di lokasi terminal. Sebab, sejak dibongkarnya terminal bus di Jonggrangan praktis utamanya para pedagang asongan kehilangan mata pencaharian. Hal itu, lantaran terminal pengganti (baru) hingga sekarang belum mulai dibangun, dan baru tahap pengurukan.
"Padahal, berjualan asongan di loas terminal bus sudah kami tekuni sejak puluhan tahun silam. Setelah terminal dibongkar, dan terminal baru belum berwujut, banyak rekan pengasong kehilangan mata pencaharian," ungap Darno seorang pengasong jajanan itu, kemarin.
Kepala Bappeda Pemkab Klaten Bambang Sigit Sinugroho mengatakan, dana Rp 20 miliar itu dialokasikan setelah pada tahun 2012, pemkab menganggarkan Rp 4 miliar untuk menyiapkan lahan seluas 3,2 Hektare. Untuk seluruhnya pembangunan terminal membutuhkan dana Rp 56,1 miliar. Terminal terpadu sebagai pengganti Terminal bus Jonggrangan, yang sekarang dibangun Masjid Agung itu berlokasi di dekat Jalan By pass Selatan.
Disebutkan, selain dana APBD, didukung dana dari Kementerian Perhubungan (Kemenmhub). Tetapi, belum diketahui besaran dana yang dikucurkan oleh Kemenhub tersebut. Dia menambahkan, anggaran Rp 20 miliar itu sudah dimasukkan dalam draf Kebijakn umum Alokasi/Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA/PPAS) RAPBD tahun 2013 yang sedang dibahas di DPRD Klaten.
Sehingga, untuk persetujuannya masih menunggu hasil pembahasan. Sedangkan, terminal Tipe A tersebut tiga kali lebih luasnya dibanding Terminal bus Jonggranan, Klaten Utara yang luasnya hanya 1,08 hektare.
Sementara itu, Kepala Dinas Pehubungan Klaten, Drs Jaka Sawaldi menyatakan, dana Rp 20 miliiar itu akan digunakan untuk membangun fasilitas inti terminal, yakni jalan lingkar dan jalan masuk, tempat retribusi, dan tempat menaikkan dan menurunkan penumpang. Kalau memungkinkan, akan juga dibangun kios-kios di terminal.
Menurutnya, lahan terminal baru sudah disiapkan, dan sekarang mulai diuruk dan dibuat fondasi. Pembangunan awal diprioritaskan pembangunan intinya, sedang pembangunan gedung bertingkat dalam desain bisa dilakukan secara bertahap. (Anto)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !