Tidak Terawat, Benda Sakral Dipinggir Alun-Alun INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Tidak Terawat, Benda Sakral Dipinggir Alun-Alun

Tidak Terawat, Benda Sakral Dipinggir Alun-Alun

Ditulis Oleh redaksi Jumat, 21 Desember 2012 | 19.10

Benda sakral yang masih terlihat sisa-sisa sesajen (Foto : Sumanto)
KLATEN - INDEPNEWS.Com ; Sebuah benda sakral yang diduga adalah Prasasti Lumpang, yang berada di alun-alun Kota Klaten, diyakini sebagian pedagang, jika melakukan sesaji di tempat tersebut sebelum berjualan, dagangannya akan laris terjual. Namun demikian, banyak warga yang tidak mengetahui makna dari benda tersebut, sehingga hanya menjadikannya sebagai tempat sampah.

Keterangan yang dihimpun, benda yang diduga terbuat dari batu andesit tersebut berada di dasar sebuah lubang berbentuk kotak di sisi selatan alun-alun Klaten. Meski tradisi sesajen masih dilakukan, namun di sisi kotak tersebut tidak dipasangi pagar sebagai petunjuk jika ada benda sakral di dalamnya. Oleh beberapa warga yang tidak mengetahui kesakralan benda tersebut, lobang itu sering digunakan sebagai tempat sampah dan tempat kencing.

Menurut salah seorang warga, Slamet (31) menyatakan, banyak orang yang tidak tahu jika lumpang ini saKral dan masih digunakan beberapa pedagang untuk menaburkan sesaji.

Karena ketidaktahuan itulah, tambahnya, membuat banyak warga sering menggunakan lobang tersebut sebagai tempat untuk membuang sampah. Bahkan, tidak sedikit diantara mereka menggunakannya sebagai tempat untuk kencing di malam hari.

Sehubungan benda itu disakralkan oleh sebagian orang, dia mengaku tidak berani kencing ataupun membuang sampah di tempat itu.

Kesakralan benda tersebut dibenarkan oleh Dewan Kesenian Klaten yang telah meninjau ke lokasi secara langsung. Dari pengamatan yang dilakukan, benda tersebut merupakan prasasti lumpang.

Menurut Ketua Dewan Kesenian Klaten, Drs Harsono, bagi sebagian masyarakat, terutama pedagang, lumpang batu itu menjadi bagian dari tradisi. Mereka meyakini, bila belum menebar sesaji di tempat tersebut maka dagangan mereka tidak akan laku terjual.

Karena itu, pihaknya berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Klaten untuk ikut melestarikan batu lumpang tersebut. Setidaknya, pemerintah bersedia membangun sebuah pagar disekelilingnya. Dengan demikian, kearifan local dan kesakralan prasasti lumpang tersebut dapat terjaga. “Setidaknya pemkab memberikan pagar untuk menjaga tradisi yang sudah ada,” ujarnya. (Anto)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved