![]() |
| ilustrasi : INDEPNEWS.Com |
Keterangan yang dihimpun menyebutkan, 26 kepala UPTD pendidikan tersebut di kumpulkan di Ruang B II Setda Klaten pada pukul 10.00 Wib. Dalam pertemuan itu, Kepala BKD Klaten Cahyo Dwi Susetyo, meminta agar kepala UPTD ikut membantu mencegah terjadinya aksi penipuan dengan sasaran guru WB.
“Masalah tersebut sudah memakan korban, dan saya tidak ingin ada korban lain. Kepala UPTD memiliki peran besar untuk mencegah agar kasus ini tidak terulang,” tandas dia.
Menurut Cahyo, dalam menjalankan aksinya, pelaku tak segan mencatut nama pejabat. Bahkan, tidak jarang pelaku menggunakan namanya sebagai kepala BKD untuk meyakinkan korbannya.
Karena itu, kalau ada oknum yang mengatasnamakan dirinya dalam rekruitmen guru WB menjadi PNS, dapat dipastikan hal itu adalah penipuan. Terlebih jika oknum tersebut menghubungi melalui telephon.
Ungkapan senada juga disampaikan oleh Kabid Umum BKD Klaten Djoko Purwanto. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya mengatakan sudah mendapatkan laporan dari beberapa kepala sekolah yang mengaku dimintai data guru WB oleh oknum yang mengaku dari BKD.
Menurutnya, beberapa hari terakhir ini, pihaknya mendapat laporan terkait modus penipuan seperti itu. Karena itu, dia mengimbau kepada kepala sekolah maupun guru WB untuk tidak percaya kalau ada penelepon gelap yang mengaku bisa membantu dalam pengangkatan CPNS.
Terpisah, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Klaten Tengah Drs HM Isnaini mengatakan, beberapa guru WB juga sudah menghubunginya terkait adanya informasi pengangkatan PNS. Namun, setelah dikroscek ternyata informasi tersebut tidak benar. Beruntung, guru-guru WB tersebut belum menyerahkan uang kepada pelaku. (Anto)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !