![]() |
| Kondisi rumah korban, dan pohon randu alas yang tumbang (Foto : Sumanto) |
KLATEN - INDEPNEWS.Com ; Dampak pohon randu alas raksasa tumbang disapu angin kencang yang terjadi di dua wilayah kecamatan di Kabupaten Klaten, Minggu (6/1) sore, yang mengakibatkan satu rumah rata dengan tanah, dan satu rumah rusak parah, dan empat orang dilaporkan terluka dalam peristiwa tersebut, hingga Selasa (8/1) masih mengundang perhatian masyarakat.
![]() |
| Camat Wedi dan TNI kerja bakti di lokasi kejadian (Foto : Sumanto) |
Disebutkan, pohon randu alas yang tumbang tersebut bukan milik pribadi. Pohon yang tumbuh subur di sebelah selatan makam itu merupakan banda desa atau karang kitri. Sehingga, hal-hal yang terkait dengan pohon itu akan dibahas pihak desa dengan melibatkan warga dukuh setempat.
"Apakah pohon randu alas raksasa itu akan dilelang untuk membantu korban atau yang lain," ujar dia, seraya menyatakan, terkait bantuan rumah dia belum berani mengatakan.
Seperti diketahui, hujan deras yang disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Kabupaten Klaten Minggu (6/1), pukul 15.00 WIB. Di Desa Panjakan dan Sukorini Kecamatan Kemalang, angin menumbangkan puluhan pohon dan merusak empat rumah warga.
Sementara di Dukuh Patran Kalitengah Wedi, angin kencang tersebut menumbangkan pohon Randu Alas raksasa yang berusia ratusan tahun.
Menurut saksi mata warga setempat, Ngadino (34), mengatakan, pohon randu tersebut menimpa rumah Sutarno (58). Korban, tidak sempat berlari, Sutarno dan istrinya Mariyem serta cucunya yang bernama Firdaus terluka.
Ketiga korban langsung dibawa ke RSUP Soeradji Tirtonegoro untuk mendapat perawatan. Sutarno mengalami luka dibagian kaki, sementara Mariyem dan Firadaus mengalami luka serius dibagian kepala.
“Luka yang diderita ketiganya cukup serius, makanya langsung dibawa ke rumah sakit,” ujar Ngadino.
Ungkapan serupa disampaikan oleh seorang warga, Joko b (38), ia mengatakan pohon yang menimpa rumah Sutarno dan Cipto Miharjo memang cukup besar. Karena usianya yang sudah tua membuat pohon tersebut rentan tumbang.
“Paling parah rumah milik Sutarno, seluruh rumahnya hancur. Sedang untuk rumah Cipto, hanya sepertiga bagian saja,” jelasnya.
Di bagian lain, hingga Selasa (8/1), bersama warga, Tim SAR Klaten, TNI, PNS di lingkungan Kecamatan Wedi, masih bergotong-royong membersihkan puing dan dahan serta batang pohon yang menghancurkan rumah Sutarno. Meski telah menggunakan lima gergaji mesin, namun besarnya pohon Randu Alas yang tumbang membuat Tim SAR dan warga harus bekerja ekstra keras.
“Karena besarnya pohon yang berdiameter empat meter tersebut membuat kami harus kerja ekstra keras. Sehari pasca bencana, reruntuhan dahan dan batang yang mengenai rumah Sutarno sudah selesai dibersihkan, dan saat ini membersihkan puing-puing bangunan, ungkap seorang anggota SAR, Indriyatno. (Anto)



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !