![]() |
| Areal pertanian yang terendam air luapan sungai (Foto : Sumanto) |
Menurut pemantauan hingga Selasa (8/1), lahan persawahan yang terendam air berada di Kecamatan Karangdowo, Cawas, Trucuk, Juwiring, dan Gantiwarno. Di Kecamatan Karangdowo, air menggenangi hampir seribu hektar lahan persawahan milik warga. sementara di Kecamatan Cawas, sedikitnya 50 hektar sawah warga juga tergenangi air.
Menurut seorang petani di Desa Karangdowo, Purwanto, sawah dia yang terendam ada dua patok. Karena itu, jika tidak segera surut, tanaman padi miliknya bisa gagal panen.
Sehubungan itu, pihaknya berharap, pemerintah segera melakukan normalisasi sungai yang melintas di sekitar persawahan milik warga. Dengan demikian, kecemasan warga dapat berkurang saat musim penghujan datang.
Dengan melihat kondisi seperti ini, para petani hanya bisa pasrah. Kalau memang tidak surut juga, petani harus sebar bibit baru. "Kalau hal itu harus terjadi, kami berharap ada bantuan benih dari Dinas Pertanian,” tambahnya.
Selain Desa Ringin Putih, ada areal persawahan di beberapa desa lain di Kecamatan Karangdowo yang juga terendam. Antara lain, Desa Karangdowo, Desa Demangan, Desa Tambak dan Desa Soko.
Sementara itu, di Kecamatan Cawas, ada tujuh desa yang sawahnya terendam banjir. Yakni di Desa Bogor, Japanan, Tlingsing, Bendungan, Barepan, Mlese, dan Pakisan.
Camat Cawas, Much Nasir mengatakan, bencana banjir memang sudah menjadi langganan setiap tahun jika musim hujan datang. Kalau tidak Air yang merendami areal pertanian kalau tak segera surut, sedikitnya 50 hektar tanaman padi warga bakal gagal panen.
Selain di Kecamatan Karangdowo dan Cawas, kenyataan serupa juga ditemukan di Kecamatan Trucuk, Juwiring, dan Gantiwarno. Di Kecamatan Trucuk ada 26 hektar sawah terendam air, di Kecamatan Juwiring ada 25 hektar dan di Kecamatan Gantiwarno ada 60 hektar sawah terendam. (Anto)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !