![]() |
| Jajaran pimpinan DPRD Sumenep bersama insan pers Sumenep (Foto : Ren) |
SUMENEP - INDEPNEWS.Com ; DPRD Kabupaten Sumenep terus berupaya melakukan kerjasama khususnya dengan insan Pers yang ada di Sumenep. Salah satunya dengan memberikan akses informasi kepada masyarakat melalui pemberitaan yang dilakukan oleh para wartawan yang biasa meliput kegiatan di DPRD Sumenep.
Ketua DPRD Sumenep, KH. Imam Hasyim, SH saat jumpa pers, Kamis (31/01) di Ruang Paripurna DPRD Sumenep, dengan menjalin kemitraan terhadap para wartawan di Sumenep, masyarakat akan tahu apa yang dilakukan lembaga Legislatif.
“Kami tidak akan menutup-nutupi informasi maupun kegiatan yang dilaksanakan anggota DPRD Sumenep, seperti halnya melakukan kunjungan kerja maupun rapat-rapat dan sebagainya,” ujarnya.
Ditambahkan, apabila ada persoalan terkait dengan lembaga DPRD Sumenep, diharapkan wartwan bisa melakukan konfirmsi terlebih dahulu. Sehingga, dalam memberitaan tidak sepotong dan bisa diluruskan persoalan yang sebenarnya.
Dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Sumenep ini juga memaparkan berbagai agenda kegiatan yang ada di DPRD Sumenep pada tahun 2013 ini. Seperti halnya, tahun ini DPRD Sumenep sengaja memprakarsai pembuatan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang bebas buta aksara Al-Quran.
Raperda ini merupakan salah satu dari 27 Raperda yang akan dibahas pada tahun 2013 ini. Dari 27 Raperda itu, sebanyak 15 Raperda merupakan usulan Eksekutif dan 12 Raperda lainnya merupakan prakarsa dewan sendiri.
“Raperda tersebut sangat penting, guna menuntun anak didik lebih fasih dalam membaca Al-Quran,” tambahnya.
Selanjutnyan kata politisi PKB Sumenep ini, dari 27 Raperda yang akan dibahas, 8 diantaranya pembahasannya bakal didahulukan, karena kedelapan Raperda itu merupakan usulan di tahun 2012 lalu dan disetujui dibahas di DPRD, sehingga dinilai sangat perlu untuk dibahas terlebih dahulu.
Ke 8 Raperda itu 4 diantaranya Prakarsa Desa yaitu Raperda Penanggulanan Bencana Daerah, Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan Pasar Modern, Garis Sempadan Jalan dan Garis Sempadan Sungai, dan Raperda Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
Dan ke 4 Raperda itu siap dibahas, yang akan mulai dilakukan pada pekan depan selama 10 hari, yakni sejak tanggal 5 hingga 26 Pebruari 2013, yang terbagi 4 Panitia Khusus (Pansus).
Sedangkan 4 Raperda lainnya merupakan usulan Eksekutif, yaitu Raperda Pengelolaan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, Penyidik Pegawai Negeri, Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan, dan Raperda Perubahan atas Perda Kabupaten Sumenep Nomor 22 tahun 2000 tentang Penerimaan Sumbangan Pihak Ketiga Kepada Pemerintah Daerah.
DPRD Sumenep juga akan prakarsai 3 Raperda, yakni Pembentukan Daerah, Pengelolaan Daerah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, dan Raperda Bebas Buta Aksara Al-Qur’an pada tingkat pendidikan dasar.
Sementara itu, salah seorang wartawan Moh. Rifa’i yang juga Ketua PWI Sumenep ini, merespon positif apa yang dilakukan DPRD Sumenep, untuk lebih menjalin kerjasama terkait dengan kinerja DPRD Sumenep, yang setiap hari juga tidak lepas dengan kinerja wartawan.
“Kami harapkan kedepan DPRD Sumenep akan lebih transpraran dan bisa melibatkan wartawan dalam setiap kegiatan, sehingga dalam pemberitaannya lebih obyektif,” ujarnya.
Dalam jumpa Pers tersebut Ketua DPRD Sumenep didampingi Wakil Ketua DPRD Sumenep, H.Moh. Hanif dan H. Hunain Santoso serta didampingi Sekretaris DPRD Sumenep, Drs, Sunarto dan sejumlah Kepala Bagian di Sekretariat DPRD Sumenep. (ren)
Ketua DPRD Sumenep, KH. Imam Hasyim, SH saat jumpa pers, Kamis (31/01) di Ruang Paripurna DPRD Sumenep, dengan menjalin kemitraan terhadap para wartawan di Sumenep, masyarakat akan tahu apa yang dilakukan lembaga Legislatif.
“Kami tidak akan menutup-nutupi informasi maupun kegiatan yang dilaksanakan anggota DPRD Sumenep, seperti halnya melakukan kunjungan kerja maupun rapat-rapat dan sebagainya,” ujarnya.
Ditambahkan, apabila ada persoalan terkait dengan lembaga DPRD Sumenep, diharapkan wartwan bisa melakukan konfirmsi terlebih dahulu. Sehingga, dalam memberitaan tidak sepotong dan bisa diluruskan persoalan yang sebenarnya.
Dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Sumenep ini juga memaparkan berbagai agenda kegiatan yang ada di DPRD Sumenep pada tahun 2013 ini. Seperti halnya, tahun ini DPRD Sumenep sengaja memprakarsai pembuatan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang bebas buta aksara Al-Quran.
Raperda ini merupakan salah satu dari 27 Raperda yang akan dibahas pada tahun 2013 ini. Dari 27 Raperda itu, sebanyak 15 Raperda merupakan usulan Eksekutif dan 12 Raperda lainnya merupakan prakarsa dewan sendiri.
“Raperda tersebut sangat penting, guna menuntun anak didik lebih fasih dalam membaca Al-Quran,” tambahnya.
Selanjutnyan kata politisi PKB Sumenep ini, dari 27 Raperda yang akan dibahas, 8 diantaranya pembahasannya bakal didahulukan, karena kedelapan Raperda itu merupakan usulan di tahun 2012 lalu dan disetujui dibahas di DPRD, sehingga dinilai sangat perlu untuk dibahas terlebih dahulu.
Ke 8 Raperda itu 4 diantaranya Prakarsa Desa yaitu Raperda Penanggulanan Bencana Daerah, Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan Pasar Modern, Garis Sempadan Jalan dan Garis Sempadan Sungai, dan Raperda Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
Dan ke 4 Raperda itu siap dibahas, yang akan mulai dilakukan pada pekan depan selama 10 hari, yakni sejak tanggal 5 hingga 26 Pebruari 2013, yang terbagi 4 Panitia Khusus (Pansus).
Sedangkan 4 Raperda lainnya merupakan usulan Eksekutif, yaitu Raperda Pengelolaan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, Penyidik Pegawai Negeri, Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan, dan Raperda Perubahan atas Perda Kabupaten Sumenep Nomor 22 tahun 2000 tentang Penerimaan Sumbangan Pihak Ketiga Kepada Pemerintah Daerah.
DPRD Sumenep juga akan prakarsai 3 Raperda, yakni Pembentukan Daerah, Pengelolaan Daerah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, dan Raperda Bebas Buta Aksara Al-Qur’an pada tingkat pendidikan dasar.
Sementara itu, salah seorang wartawan Moh. Rifa’i yang juga Ketua PWI Sumenep ini, merespon positif apa yang dilakukan DPRD Sumenep, untuk lebih menjalin kerjasama terkait dengan kinerja DPRD Sumenep, yang setiap hari juga tidak lepas dengan kinerja wartawan.
“Kami harapkan kedepan DPRD Sumenep akan lebih transpraran dan bisa melibatkan wartawan dalam setiap kegiatan, sehingga dalam pemberitaannya lebih obyektif,” ujarnya.
Dalam jumpa Pers tersebut Ketua DPRD Sumenep didampingi Wakil Ketua DPRD Sumenep, H.Moh. Hanif dan H. Hunain Santoso serta didampingi Sekretaris DPRD Sumenep, Drs, Sunarto dan sejumlah Kepala Bagian di Sekretariat DPRD Sumenep. (ren)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !