Jarah Tas, Sekumpulan Anak Punk Diringkus Polisi INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , » Jarah Tas, Sekumpulan Anak Punk Diringkus Polisi

Jarah Tas, Sekumpulan Anak Punk Diringkus Polisi

Ditulis Oleh redaksi Selasa, 22 Januari 2013 | 17.02

Ilustrasi penjarahan tas (Dok:Redaksi)
KLATEN - INDEPNEWS.Com ; Sekumpulan anak punk berurusan dengan aparat Polres Klaten. Karena keeenam remaja berpakaian kumal tersebut diringkus,  setelah merampas tas bawaan milik pelajar.

Keterangan yang dihimpun Selasa (22/1) menyebutkan, peristiwa ini berawal ketika sekelompok anak punk menaiki sebuah truk yang berhenti di traffic light Prambanan. Di atas truk yang sama, sudah ada empat pelajar asal Jawa Timur yang lebih dulu naik karena kehabisan ongkos dan bekal untuk perjalanan pulang. Tidak diduga, sekelompok anak punk tersebut meminta dengan paksa tas yang dibawa oleh para pelajar tersebut.

Lantaran takut, keempat pelajar langsung memberikan barang bawaan mereka. Sesampainya di lampu merah Jonggrangan Klaten Utara, keempat pelajar tersebut langsung turun dari atas truk dan meminta pertolongan kepada polisi dan warga.

Dengan dibantu warga, beberapa anggota polisi yang berjaga di pos lantas langsung mengejar para pelaku. Keempat pelaku dari enam pelaku berhasil ditangkap dan dibawa ke Polres Klaten untuk menjalani pemeriksaan.

Menurut seorang korban Didik (15), pelahar asal Madiun, tas yang dibawanya, diminta dengan paksa oleh sekelompok remaja kumal. Karena takut, pihaknya langsung memberikan.

Ungkapan senada disampaikanoleh seorang korban lainnya, Bryan (16) warga Caruban Jawa Timur, yang mengaku lega barang bawaannya bisa diselamatkan. Meski tidak seberapa, namun pakaian yang ada dalam tas tersebut merupakan oleh-oleh selama perjalanannya ke Jogjakarta.

“Bekal saku kami habis untuk membeli pakaian dan souvenir di Jogjakarta. Kami senang tas kami bisa kembali,” tambah Bryan.

Sementara itu, seorang pelaku, Radi mengaku terpaksa merampas tas milik para pelajar tersebut karena terpaksa. Hal itu dilakukan karena Radi dan teman-temannya kehabisan ongkos untuk pulang ke Ponorogo Jawa Timur.

Menurut mereka (tersangka), pihaknya terpaksa melakukan ini karena kehabisan uang untuk pulang ke Ponorogo.

Setelah didata dan menjalani pembinaan selama satu malam, petugas akhirnya melepas keempat pelaku. Namun sebelumnya, keempat pelaku diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa. (Anto)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved