![]() |
| Sungai Bengawan Solo di Tawangsari Sukoharjo longsor tergerus air sehingga puluhan rumah hanyut (Foto:Sutarmin DS) |
Berdasarkan data, sedikitnya 31 rumah hilang tergerus aliran air Sungai Bengawan Solo. Rumah yang tergrus air, 15 di Desa Dalangan, sembilan di Ngasinan dan tujuh di Lengking.
Meluapnya arus Bengawan Solo, mengancam tiga rumah warga Desa Dalangan hanyut terbawa arus air. Tiga rumah tersebut milik Wagiyem, Sunardi dan Siswo warga Dalangan yang rumahnya tepat di tepi sungai. Sebnarnya, warga lewat Desa Dalangan, telah mengajukan relokasi ke Balai Besar Wilayah Bengawan Solo. Hanya saja, sampai saat ini belum ada kejelasan dan kepastian.
Kepala Desa Dalangan, Bagyo Slameto berharap, pemkab segera merelokasi warganya. Sementara, Balai Besar Sungai Bengawan Solo, segera membuat talut agar tebing tidak longsor.
“Tahun kemarin, anggota Dewan dan Balai Besar sudah datang meninjau lokasi longsor tetapi hingga sekarang tidak ada tindak lanjutnya. Kondisi longsor semakin parah. Tiga warganya minta direlokasi, tapi belum bisa dilakukan,” ujar Bagyo.
Terpisah Camat Tawangsari, Drs Rusdiyono MM menabahkan, setiap musim penghujan pihaknya selalu melakukan pemantauan. Hal itu dilakukan, karena aliran Bengawan Solo mengakibatkan longsor di beberapa titik di Desa Dalangan. Dampak hujan sepekan terakhir mengakibatkan tebing sungai ambrol memanjang sekitar 200 meter. Akibatnya jarak antara tebing sungai dengan rumah warga hanya sekitar 4 meter hingga 5 meter.”
Dijelaskan, dampak arus Bengawan Solo lahan di tiga padukuhan sudah berpindah ke seberang sungai. Ada seorang warga, lahannya ukuran 40 m3 x 100 m, habis tergerus sungai. Bahkan, rumahnya tinggal 20 meter dari bibir sungai. Padahal setiap terkena gerusan tebing yang ambrol mencapai 5 meter, seingga tiga musim hujan saja tanah warga tersebur akan habis, paparnya.
Wakil Ketua DPRD Sukoharjo, Nurdin ketika dikonfirmasi mengaku prihatin atas kondisi warga yang tinggal di tepi sungai Bengawan Solo. Terlebih, warga yang tanahnya tergerus air hingga rumahnya terancam hanyut. Pihaknya mendesak pihak Balai Besar Bengawan Solo, merelokasi atau membuat talut, sehingga tanggul tidak longsor, harapnya. (Sutarmin DS)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !