![]() |
| ilustrasi kantong darah PMI - INDEPNEWS.Com |
Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Cabang Sumenep, dr. Moh. Saleh, mengakui dari hasil donor darah yang diperoleh dari para pendonor selama ini memang masih jauh dengan yang diharapkan.
“Sebab, berdasarkan jumlah penduduk di Sumenep jika misalnya ada 1 juta orang, idialnya 20 ribu sebagai pendonor darah, sehingga baru bisa mencukupi kebutuhan stok darah yang dibutuhkan para pasien.” ujarnya.
Sementara dari data yang ada selama ini jumlah pendonor darah sukarela berjumlah sekitar 500 orang, yang rutin secara sukarela mendonorkan darahnya di PMI Sumenep. Karena itu, pihaknya, terus giat melakukan kerjasama dengan isntansi yang ada untuk melakukan donor darah sukarela ke sejumlah lembaga pemerintah maupun lembaga pendidian dan organisasi-organisasi lainnya yang peduli terhadap persoalan itu.
Diakui, meskipun donor darah dilakukan secara sukarela dan gratis, namun bagi pasien yang membutuhkan darah tetap dikenakan biaya. Sebab, untuk penyimpanan darah harus dalam kantong darah khusus, serta dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui darah pendonor bebas dari penyakit yang tidak dibolehkan darahnya untuk didonorkan pada orang lain.
“seperti halnya penyakit radang hati, hepatitis B dan C, Sipilis dan HIV/AIDS, sehingga untuk melakukan pemeriksaan dan sebagainya jelas memerlukan biaya,” tambahnya. (ren)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !