![]() |
| Polisi gendut mengikuti program latihan penurunan berat badan (Foto : Armin) |
SUKOHARJO-INDEPNEWS.Com ; Menindaklanjuti perintah Kapolri dan Kapolda, tentang larangan polisi tidak boleh gendut, Polres Sukoharjo langsung merespon. Puluhan, anggota polisi gendut mendapatkan hukuman penurunan berat badan dengan cara senam dan lari di siang bolong.
Setiap hari, paling tidak sepekan tiga kali polisi yang kelebihan berat badan, harus mengikuti program pembentukan badan ideal. Untuk program terebut dilakukan setiap Selasa, Rabu dan Kamis siang. Bahkan, saat mengikuti program lari siang bolong, Selasa (29/1) dipimpin langsung Wakapolres Kompol Amingga.
![]() |
| Tampak sejumlah polisi gendut mengikuti program latihan penurunan berat badan (Foto:Armin) |
Program penurunan berat badan dan latihan fisik tersebut dilakukan 3 kali dalam seminggu yakni hari Selasa, Rabu dan Kamis. Anggota Polri yang kegemukan baik yang bertugas di Polres Sukoharjo maupun jajaran Polsek di wajibkan ikut dalam program penurunan berat badan tersebut. Tercatat, sebanyak 70 anggota wajib mengikuti program penurunan berat badan.
Kapolres Sukoharjo, menambahkan program penurunan berat badan bagi anggota Polri mulai dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Hal itu diharapkan dapat mengembalikan postur ideal anggota demi menunjang kinerja dan profesionalitas anggota Polri.
Menurutnya, program pemembentukan badan ideal sangat berpengaruh dengan kinerja. Dengan postur ideal, nantinya kinerja polisi lebih profesional, karena kebugaran dan kesehatan lebih terjaga. Bahkan, lewat latihan fisik rutin anggota langsung siap siaga setiap ada gangguan Kamtibmas, tegasnya.
Lewat programn latihan fisik, nantinya seluruh anggota Polres Sukoharjo, mempunyai postur tubuh ideal. Paling tidak, mendekat ideal dan tidak kegemukan. Sesuai ketentuan, postur ideal adalah tinggi badan dikurangi 110. Misalnya, tinggi badan 170 cm, berat idelasnya 60 kg sampai 62 kg.
Keuntungan latihan fisik dengan lari keliling Kota Sukoharjo, sekaligus untuk patroli guna mencegah terjadinya tindak kejahatan. Keuntungan kedua adalah, dengan berat badan ideal, menjadi salah satu syarat untuk masuk ke pendidikan lanjutan, imbuhnya. (Armin)



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !