![]() |
| Petugas melakukan penyemprotan kandang dan lingkungan peternakan (Foto : Sumanto) |
"Sebenarnya usaha beternak itik dengan harapan agar bisa melunasi pinjaman di bank, ternyata meleset. Sebab, piaraan itik yang dinilai tahan penyakit ternyata juga terserang penyakit dan mati mendadak," ungkap Partono, peternak ayam, warga Desa Pasung, Kecamtan Wedi, seraya menyatakan serangan flu burung kini meluas.
Sejumlah peternak yang lain, Selasa (29/1) mengungkapkan, sebagai peternak unggas baik petelor maupun pedagang dan ternak ayam kampung juga merasa kebingungan. Karena, sudah bersusah payah memeliharanya sejak dari kecil sampai menjadi betina petelur atau daging, setelah siap merasakan hasilnya, dikhawatirkan terserang penyakit.
"Karena ternak unggas jenis itik piaraan mati mendadak sehingga mengkibatkan kerugian harga setiap 100 ekornya paling tidak Rp 2,5 juta bahkan lebih," ungkap Haryanto peternak di wilayah Kecamatan Trucuk, yang mengaku puluhan itik piaraannya juga mati mendadak.
Nglokro
Dengan terjangkitnya penyakit aneh belakangan ini, membuat peternak "nglokro" (pasrah dan tidak bergairah usaha berternak unggas). Menurut dia, sejak munculnya penyakit aneh lagi yang dikhawatirkan penyakit flu burung kembali berjangkit. Karena dengan berjangkitnya penyakit flu burung, para peternak mendadak mengalami rugi besar, karena ternak unggasnya sebagian besar mati mendadak. Padahal sebelumnya sehat-sehat dan tidak ada tanda-tanda terserang penyakit.
Seperti diketahui, saat munculnya penyakit flu burung beberapa waktu lalu, tidak sedikit burung puyuh dan ayam petelur maupun ayam pedaging yang mati mendadak. Bahkan, serangan flu burung yang telah mematikan puluhan ribu ternak unggas, membuat pedagang burung resah karena pembeli menurun. Karena itu, meminta kepada Pemkab Klaten untuk segera melakukan penanganan terhadap penyakit yang menyerang itik, sebab dikhawatirkan jika penangan terlambat serangan flu burung menjadi serangan luar biasa.
Kabid Peternakan Dinas Pertanian Klaten, Ir Sri Muryani Dwi Atmini kepada wartawan menyatakan jumlah serangan memang mencapai ratusan. Dia mengatakan, virus penyakit itu merupakan jenis baru, sehingga belum ada penangkalnya. Karena itu, yang bisa dilakukan peternak hanya menjaga kebersihan kandang dan tak meliarkan itik dan ayamnya untuk sementara waktu.
Sehubungan itu dihimbau agar warga tidak perlu panik, sebab serangan penyakit tersebut tak hanya terjadi di Klaten, namun juga terjadi di hampir semua wilayah "tahun ini serangan A1 pada ayam tak ada laporan namun justru menyerang itik," katanya, seraya meminta kepada warga yang mempunyai unggas untuk waspada. (Anto)

.jpg)
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !