![]() |
| Suporter memberikan semangat pada pemain (Dok : Redaksi) |
SUKOHARJO - INDEPNEWS.Com ; Pertandingan final leg pertama sepak bola Pra Porprov Zona Solo Raya, di Stadion Gelora Merdeka, Sukoharjo, Minggu (3/2) ricuh. Wasit yang memimpin pertandingan, Adi Riyanto asal Kendal, jadi bulan bulan pemain tuan rumah PSSI Sukoharjo, karena dinilai memihak tim tamu PSSI Solo.
Begitu wasit meniup peluit panjang pertanda pertandingan berakhir, para pemain PSSI Sukoharjo langsung menyerbu wasit. Pemain Sukoharjo terlecut emosinya kepada wasit Adi, lantaran ia dinilai melakukan keputusan “berat sebelah” dalam pertandingan tersebut. Buntut amarah pemain, wasit Adin Riyanto memberi hadiah finalti kepada Solo, sehingga Sukoharjo mengalami kekalahan 1-2.
Apalagi baik pelatih maupun offisial Sukoharjo mempertanyakan keputusan Adi menunjuk titik putih, sebagai hadiah bagi kota Solo dibeberapa menit sebelum laga usai. Atas eksekusi penalti itu pula, kemenangan krusial didapat Solo dan membuat Sukoharjo menelan kekalahan didepan publik sendiri.
Denga penuh emosi pemain Sukoharjo mengeroyok wasit Adi, bahkan beberapa dianatarnya ada yang memukul dan menendang, Akibatnya, wajah Adi pun mengalami luka akibat insiden penyerangan beberapa pemain Sukoharjo saat laga rampung. Begitu pun saat Adi akan melewati pintu keluar Stadion. Ratusan suporter tuan rumah sudah menunggu di areal pintu keluar untuk melakukan penyerangan.
Beruntung aparat keamanan menjaga ketat wasit Adi, kedua hakim garis, wasit cadangan, serta pengawas pertandingan. Guna pengamanan wasit asisten dan wasit pengawas pertandingan dievakuasi keluar stadion dengan mobil Dalmas. Hal ini dilanjutkan, karena pemain dan suporter Sukoharjo tidak dapat dikendalikan.
Pelatih Sukoharjo Agus Supardi begitu kecewa dengan kepemimpinan wasit Adi selama 90 menit. Dirinya pun pesimis di Manahan nanti mengingat ia menganggap sudah dikerjai wasit meski bermain di kandang sendiri. “Di kandang sendiri saja dikerjai wasit, apalagi saat nanti bermain di Manahan. Jelas peluang kami sudah sangat sulit. Apalagi kalau bisa mengalahkan Solo di Manahan, itu pasti sangat-sangat berat,” katanya.
Sementara jalannya pertandingan, leg pertama final Pra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), dimenangkan Solo 2-1. Berkat kemenangan tersebut, membuka peluang Solo lebih ringan, karena leg kedua gantian menjadi tuan rumah.
Tim Solo unggul lebih dulu saat laga baru berjalan delapan menit melalui sepakan Rahman “Bebek” Purwanto. Menjebol gawang Sukoharjo. Namun sayang gol dari Rahman harus dibayar mahal karena penyerang nomor punggung 9 ini mengalami cedera serius sesaat sebelum menyontek bola ke gawang Sukoharjo. Bebek pun harus ditarik keluar karena mengalami cedera pada lututnya. Novan Aziz pun dimasukkan pelatih Agus Pratikno menggantikan peran Bebek.
Memasuki menit 18, laga dihentikan oleh wasit karena stadion Merdeka diguyur hujan lebat. Praktis membuat lapangan tergenang air, dan menghambat aliran bola. Setelah laga kembali dilanjutkan hingga akhir paruh pertama, keunggulan 1-0 untuk Solo bertahan.
Memasuki menit 69 babak kedua, Sukoharjo berhasil menyamakan kedudukan 1-1. Penyerang Sukoharjo Eddy Witopo menggetarkan gawang Afif Bayu. Terlecut gol penyama kedudukan, membuat Sukoharjo tampil kesetanan. Berulang kali peluang didapatkan meski kondisi lapangan tergenang dan licin. Beruntung bagi Solo karena memiliki penjaga gawang Afif Bayu yang tampil gemilang.
Kendati terus diserang, Solo justru akhirnya mampu kembali unggul menjadi 2-1. Gelandang Danur dilanggar keras oleh bek Sukoharjo di menit 81. Wasit pun menunjuk titi putih alias tendangan penalti bagi Solo. Para pemain, offisial, maupun suporter Sukoharjo memprotes keras keputusan wasit. Namun wasit bergeming dan tetap pada keputusannya. Dedi yang menjadi algojo, tanpa ampun menceploskan bola ke gawang Sukoharjo di menit 83. Skor berubah dan keunggulan bagi Solo bertahan hingga laga usai.
Pelatih Porprov Solo Agus Pratikno mengaku senang dengan pencapaian para pemainnya. Dirinya juga menyesalkan kondisi lapangan yang tergenang dan membuat permainan terhambat. “Hasil ini mempermudah di pertandingan leg kedua di Manahan nanti. Namun demikian, kami tetap akan fokus. Lapangan juga licin dan tergenang, membuat permainan kami tak bisa berkembang,” ucapnya usai laga.
Final leg kedua giliran Solo yang akan bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Manahan, Rabu (6/2) mendatang. (Armin)
Begitu wasit meniup peluit panjang pertanda pertandingan berakhir, para pemain PSSI Sukoharjo langsung menyerbu wasit. Pemain Sukoharjo terlecut emosinya kepada wasit Adi, lantaran ia dinilai melakukan keputusan “berat sebelah” dalam pertandingan tersebut. Buntut amarah pemain, wasit Adin Riyanto memberi hadiah finalti kepada Solo, sehingga Sukoharjo mengalami kekalahan 1-2.
Apalagi baik pelatih maupun offisial Sukoharjo mempertanyakan keputusan Adi menunjuk titik putih, sebagai hadiah bagi kota Solo dibeberapa menit sebelum laga usai. Atas eksekusi penalti itu pula, kemenangan krusial didapat Solo dan membuat Sukoharjo menelan kekalahan didepan publik sendiri.
Denga penuh emosi pemain Sukoharjo mengeroyok wasit Adi, bahkan beberapa dianatarnya ada yang memukul dan menendang, Akibatnya, wajah Adi pun mengalami luka akibat insiden penyerangan beberapa pemain Sukoharjo saat laga rampung. Begitu pun saat Adi akan melewati pintu keluar Stadion. Ratusan suporter tuan rumah sudah menunggu di areal pintu keluar untuk melakukan penyerangan.
Beruntung aparat keamanan menjaga ketat wasit Adi, kedua hakim garis, wasit cadangan, serta pengawas pertandingan. Guna pengamanan wasit asisten dan wasit pengawas pertandingan dievakuasi keluar stadion dengan mobil Dalmas. Hal ini dilanjutkan, karena pemain dan suporter Sukoharjo tidak dapat dikendalikan.
Pelatih Sukoharjo Agus Supardi begitu kecewa dengan kepemimpinan wasit Adi selama 90 menit. Dirinya pun pesimis di Manahan nanti mengingat ia menganggap sudah dikerjai wasit meski bermain di kandang sendiri. “Di kandang sendiri saja dikerjai wasit, apalagi saat nanti bermain di Manahan. Jelas peluang kami sudah sangat sulit. Apalagi kalau bisa mengalahkan Solo di Manahan, itu pasti sangat-sangat berat,” katanya.
Sementara jalannya pertandingan, leg pertama final Pra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), dimenangkan Solo 2-1. Berkat kemenangan tersebut, membuka peluang Solo lebih ringan, karena leg kedua gantian menjadi tuan rumah.
Tim Solo unggul lebih dulu saat laga baru berjalan delapan menit melalui sepakan Rahman “Bebek” Purwanto. Menjebol gawang Sukoharjo. Namun sayang gol dari Rahman harus dibayar mahal karena penyerang nomor punggung 9 ini mengalami cedera serius sesaat sebelum menyontek bola ke gawang Sukoharjo. Bebek pun harus ditarik keluar karena mengalami cedera pada lututnya. Novan Aziz pun dimasukkan pelatih Agus Pratikno menggantikan peran Bebek.
Memasuki menit 18, laga dihentikan oleh wasit karena stadion Merdeka diguyur hujan lebat. Praktis membuat lapangan tergenang air, dan menghambat aliran bola. Setelah laga kembali dilanjutkan hingga akhir paruh pertama, keunggulan 1-0 untuk Solo bertahan.
Memasuki menit 69 babak kedua, Sukoharjo berhasil menyamakan kedudukan 1-1. Penyerang Sukoharjo Eddy Witopo menggetarkan gawang Afif Bayu. Terlecut gol penyama kedudukan, membuat Sukoharjo tampil kesetanan. Berulang kali peluang didapatkan meski kondisi lapangan tergenang dan licin. Beruntung bagi Solo karena memiliki penjaga gawang Afif Bayu yang tampil gemilang.
Kendati terus diserang, Solo justru akhirnya mampu kembali unggul menjadi 2-1. Gelandang Danur dilanggar keras oleh bek Sukoharjo di menit 81. Wasit pun menunjuk titi putih alias tendangan penalti bagi Solo. Para pemain, offisial, maupun suporter Sukoharjo memprotes keras keputusan wasit. Namun wasit bergeming dan tetap pada keputusannya. Dedi yang menjadi algojo, tanpa ampun menceploskan bola ke gawang Sukoharjo di menit 83. Skor berubah dan keunggulan bagi Solo bertahan hingga laga usai.
Pelatih Porprov Solo Agus Pratikno mengaku senang dengan pencapaian para pemainnya. Dirinya juga menyesalkan kondisi lapangan yang tergenang dan membuat permainan terhambat. “Hasil ini mempermudah di pertandingan leg kedua di Manahan nanti. Namun demikian, kami tetap akan fokus. Lapangan juga licin dan tergenang, membuat permainan kami tak bisa berkembang,” ucapnya usai laga.
Final leg kedua giliran Solo yang akan bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Manahan, Rabu (6/2) mendatang. (Armin)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !