Kelelawar Dibasmi Dengan Foging, Warga Protes INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , » Kelelawar Dibasmi Dengan Foging, Warga Protes

Kelelawar Dibasmi Dengan Foging, Warga Protes

Ditulis Oleh redaksi Jumat, 01 Februari 2013 | 18.31

Areal tedung lowo bekas kantor DPU Sukoharjo tempat pembantaian ribuan kelelawar diprotes warga dan LSM (Foto : Armin)  
SUKOHARJO - INDEPNEWS.Com ; Pemusnahan ribuan kelelawar (lowo-red) yang sudah puluhan tahun menghuni bekas kantor DPU dan DLLAJ Sukoharjo, mendapat protes berbagai kalangan. Sejumlah LSM dan pemerhati lingkungan hidup, memprotes keras pembasmian kelelawar dengan cara dibasmi dengan foging.

Berbagai pihak merasa ketakutan kalau ribuan kelelawar diusir dari gedung tua itu. Warga ketakutan, karena kelelawar tersebut diyakini bisa menimbulkan celaka. Terlebih lagi, upaya pembasmian lowo mengalami hambatan, dengan rusaknya sejumlah alat fogging yang digunakan macet dan terbakar.

Fogging yang dijadwalkan selesai 3 hari tersebut langsung dihentikan pada hari pertama. Sejumlah pekerja fogging pun diketahui menderita sakit akibat tidak kuat menghirup bau yang sangat menyengat di Gedung Lowo.

Ketua LSM Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup (MPLH) Cabang Sukoharjo, Wahyono Abdullah menyayangkan pembasmian kelelawar dengan cara pengasapan. Pengusiran kelelawar dengan cara foging, jelas merusak lingkungan hidup.

Ia memprotes keras rencana pembasmian jutaan kelelawar tersebut. Pembasmian ribuan kelelawar dengan cara foging, jelas jelas tidak manusiawi. Kami tidak setuju dan memprotes keras, kelelawar juga makluk hidup yang harus mendapatkan tempat, tegasnya.

Menurut Wahyono, ada banyak cara yang lebih bijak selain pembunuhan massal. Misalnya dengan membuatkan ‘rumah’ baru bagi lowo tersebut baik di dekat gedung itu atau di lokasi lain. Bagaimanapun, kelelawar itu harus dilindungi dan diberi tempat, paparnya.
“Jangan khawatir kalau lowo-lowo itu akan pindah ke Rumah Dinas Bupati atau Gedung DPRD. Mereka juga pilih-pilih rumah kok,” imbuhnya.

Pada prinsipnya, Wahyono sangat setuju dan mendukung dengan rencana pemerintah untuk menjadikan kawasan Gedung Lowo sebagai taman kota dan gedung kesenian. Hanya saja cara yang dilakukan untuk menghilangkan lowo yang menurutnya tidak simpatik. Masih ada cara lain yang lebih bijak dan lebih baik, paparnya lanjut. (Armin)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved