![]() |
| Paska bencana angin lesus warga bergotong royong (Foto : Sumanto) |
Keterangan yang dihimpun dari sejumlah warga menyebutkan, hujan deras yang disertai angin ribut terjadi di delapan kecamatan di Kabupaten Klaten. Diantaranya, Kecamatan Tulung, Ceper, Pedan, Trucuk, Wedi, Gantiwarno, Jogonalan dan Klaten Selatan. Selain menumbangkan ratusan pohon, angin juga merusak ratusan rumah warga.
Mernurut Harmanto, warga Klaten Selatan, angin datang disertai dengan suara gemuruh yang sangat kencang. Karena takut pihaknya justru tidak berani keluar rumah.
Ungkapan serupa juga disampaikan oleh seorang warga Desa Kurung Kecamatan Ceper, Mujari (41) yang mengaku tidak bisa berbuat apapun saat melihat genting di rumahnya tersapu angin. Mujari beserta anggota keluarganya hanya bisa diam dan berdoa ketika mendengar suara pohon-pohon yang ada disekitar rumahnya tumbang.
“Suara pohon tumbang terdengar jelas. Kami hanya bisa pasrah dan berdoa agar pohon-pohon tersebut tidak menimpa rumah kami,” tuturnya.
Selain membuat warga ketakutan, beberapa orang dilaporkan terluka akibat kejadian tersebut. Antara lain, Alan warga Dukuh Teloyo yang terluka dibagian kepala akibat tertimpa tembok pagar dan Marlina warga Dukuh Putatan mengalami shock.
“Keduanya warga Desa Kurung dan kini dirawat di klinik IPHI Pedan. Kondisinya sudah membaik,” papar Kepala Desa Kurung Kecamatan Ceper, Sarosa.
Sementara itu, data yang diperoleh dari BPBD Klaten, tiga rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat angin lesus tersebut. Ketiga rumah tersebut adalah milik Raji Jito Wiryo (56) dan Priyo Miharjo (60) warga Desa Kujon Kecamatan Ceper serta milik Triyati (50) warga Desa Karangpakel Kecamatan Trucuk. (Anto)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !