Tanggul Sungai Gamping Jebol Ratusan Hektare Tanaman Padi Terendam INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Tanggul Sungai Gamping Jebol Ratusan Hektare Tanaman Padi Terendam

Tanggul Sungai Gamping Jebol Ratusan Hektare Tanaman Padi Terendam

Ditulis Oleh redaksi Kamis, 07 Februari 2013 | 16.03

Banjir merendamkan tanaman padi di persawahan Cawas (Foto : Sumanto) 
KLATEN - INDEPNEWS.Com ; Volume hujan yang meningkat akhir-akhir ini membuat ribuan warga di Desa Karangasem, Burikan, dan Nanggulan, Kecamatan Cawas, Klaten, was-was dan khawatir terancam banjir bandang susulan. Karena, tanggul Sungai Gamping yang melintas di wilayah setempat, keterjang arus deras jebol dan merendamkan sedikitnya 200 hektare tanaman padi siap panen, hingga Kamis (7/2) terendam air.

"Kalau hujan turun di malam hari, warga tidak bisa tidur nyenyak. Karena kondisi tanggul yang diperbaiki secara bergotong royong oleh warga untuk mencegah banjir susulan, tanggul yang jebol sudah diperbaiki untuk sementara, keterjang arus lagi. Kondisi ini membuat warga tidak tenang," ungkap H Harjo  (54), warga Karangasem.

Lebih lanjut dikatakan, debit Sungai Gamping sejak beberapa hari terakhir ini meningkat drastis hingga mencapai ketinggian 3,5 meter sama dengan tinggi tanggul. Setiap hujan turun, luapan air sungai sempat masuk dan menggenangi persawahan yang berada di sisi sungai.

"Kendati luapan air tidak separah sebelumnya, namun ancaman banjir bandang masih menghantui warga Karangasem, Cawas," ungkapnya.

Menurutnya, setiap hujan deras debit air sungai pasti mengalami peningkatan. Dikatakan, selain hujan di sekitar Cawas deras, limpahan air dari wilayah perbukitan Gunung Kidul juga mempercepat peningkatan debit air. Karena air dari semua sungai dan perkampungan yang berada di sekitarnya masuk ke Sungai Gamping. Sehingga, membuat tidak tenangnya warga.

"Seperti hujan yang turun sejak Senin dinihari dan kemarin malam (6/1), warga tak kenal waktu antisipasi menutup rembesan air dari sungai yang menerobos tanggul," ungkap Marto, warga Karangasem yang lain seraya menyatakan meski sudah diantisipasi dini tanggul sepanjang 20 meter jebol, dan persawahan terendam.

Seperti diketahui, tahun sebelumnya tanggul Sungai gamping jebol dan airnya meluap menerjang persawahan dan pemukiman penduduk. Tidak kurang dari 450 KK (kepala keluarga) di enam pedukuhan terpaksa harus mengungsi pada musim penghujan tahun lalu, karena warga dilanda kepanikan luar biasa.

Menurut seorang tokoh masyarakat Goyanto, kondisi tanggul memang sudah kritis. Maka, untuk mengantisipasi jebolnya tanggul, warga desa setempat sudah dikerahkan untuk bergotong royong menutup bocoran tanggul. Setiap hujan turun, kami selalu menghimbau kepada warga untuk waspada. Karena hujan deras hampir semalaman, pada Senin dinihari lalu di tanggul jebol. Sehubungan bencana alam banjir itu, Bupati Klaten Sunarna SE MHum bersama Muspida, melakukan peninjauan ke lokasi.

Menurut Camat Cawas, Drs Much Nasir, jebolnya tanggul di sungai Gamping dampaknya cukup besar. Disebutkan, jebolnya tanggul di Desa Burikan menyebabkan paling tidak 150 hektare tanaman padi siap panen di dua desa terendam air. Sedangkan titik jebolnya di Desa Nanggulan merendamkan setidaknya 50 hektare tanaman padi siap panen. Akibat kejadian tersebut petani mengalami kerugian jutaan rupiah.

Diperoleh keterangan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Klaten, perbaikan tanggul Sungai Gamping sebenarnya sudah dilakukan perbaikan bersama dengan perbaikan bendung Sidodadi dan Blabu tahun lalu. Karena kondisi tanggul yang setiap musim penghujan selalu terkikis, tak terelakkan adanya sebagian badan tanggul tak kuat menahan arus dan akhirnya jebol. “Kita sudah mengirimkan ratusan karung plastik untuk perbaikan tanggul yang jebol. Langkah ini sifatnya sementara, untuk selanjutnya tetap diupayakan perbaikan permanent,” kata dia. (Anto)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved