![]() |
| Ilustrasi pijat bayi |
KLATEN - INDEPNEWS.Com ; Puluhan balita, mengikuti pijat gratis di Masjid Al Muttaqin Desa Sabrang Delanggu, Klaten, Senin (4/2). Bersama dengan ibunya, mereka antri pelayanan untuk dipijat dari sebuah klinik fisioterapi asal Solo. “Pijat seperti ini sangat bermanfaat bagi anak saya yang masih balita,” ungkap NY Sugiyanti (40) warga Desa Sabrang Delanggu.
Ungkapan serupa juga disampaikan oleh ibu-ibu lainnya yang mengaku senang dengan diadakannya kegiatan pijat fisioterapi gratis tersebut. Selain baik untuk kesehatan balita, kegiatan itu juga membantu laktasi ibu kepada anaknya. Dalam hal ini, pijat dapat membantu produksi air susu ibu yang sangat penting untuk pertumbuhan bayi.
Menurut Rani (38), seusai dipijat, anak-anak biasanya merasa lapar dan meminum banyak ASI. Semakin banyak ASI yang diminum, produksi ASI juga akan semakin lancar. Namun demikian, minimnya jumlah fisioterapist dan tempat memijat bayi yang ada di sekitar Klaten membuat para ibu kebingungan untuk memijatkan bayi mereka. Kalaupun ada, biasanya lokasinya jauh dari tempat tinggal dan tarif yang dipasang oleh fisioterapist juga tidak murah. Sehingga dengan adanya pijat gratis tersebut, pihaknya merasa senang, dan mendukung bila kegiatan itu diadakan kembali.
Salah seorang fisioterapist, Wita Hitaputra, banyak manfaat dan keuntungan pijat bayi tersebut. Kalau dilakukan secara rutin, pijat dapat memaksimalkan tumbuh kembang balita serta mendekatkan interaksi antara anak dengan orang tuanya. Dikatakan, pijat dapat merangsang tubuh bayi dalam meningkatkan pertumbuhannya. Dalam berbagai riset, stimulasi pijat juga membuat bayi lebih cerdas.
Sementara itu, panitia penyelenggara, Marsono mengatakan, kegiatan pijat gratis ini sengaja dilakukan untuk menjaga kesehatan generasi penerus bangsa. Mengingat, kesehatan merupakan sesuatu yang tak ternilai harganya. Sehingga dengan adanya kegiatan itu, pihaknya berharap, generasi penerus nanti tumbuh sebagai generasi yang sehat dan berguna bagi bangsa serta negara. (Anto)
Ungkapan serupa juga disampaikan oleh ibu-ibu lainnya yang mengaku senang dengan diadakannya kegiatan pijat fisioterapi gratis tersebut. Selain baik untuk kesehatan balita, kegiatan itu juga membantu laktasi ibu kepada anaknya. Dalam hal ini, pijat dapat membantu produksi air susu ibu yang sangat penting untuk pertumbuhan bayi.
Menurut Rani (38), seusai dipijat, anak-anak biasanya merasa lapar dan meminum banyak ASI. Semakin banyak ASI yang diminum, produksi ASI juga akan semakin lancar. Namun demikian, minimnya jumlah fisioterapist dan tempat memijat bayi yang ada di sekitar Klaten membuat para ibu kebingungan untuk memijatkan bayi mereka. Kalaupun ada, biasanya lokasinya jauh dari tempat tinggal dan tarif yang dipasang oleh fisioterapist juga tidak murah. Sehingga dengan adanya pijat gratis tersebut, pihaknya merasa senang, dan mendukung bila kegiatan itu diadakan kembali.
Salah seorang fisioterapist, Wita Hitaputra, banyak manfaat dan keuntungan pijat bayi tersebut. Kalau dilakukan secara rutin, pijat dapat memaksimalkan tumbuh kembang balita serta mendekatkan interaksi antara anak dengan orang tuanya. Dikatakan, pijat dapat merangsang tubuh bayi dalam meningkatkan pertumbuhannya. Dalam berbagai riset, stimulasi pijat juga membuat bayi lebih cerdas.
Sementara itu, panitia penyelenggara, Marsono mengatakan, kegiatan pijat gratis ini sengaja dilakukan untuk menjaga kesehatan generasi penerus bangsa. Mengingat, kesehatan merupakan sesuatu yang tak ternilai harganya. Sehingga dengan adanya kegiatan itu, pihaknya berharap, generasi penerus nanti tumbuh sebagai generasi yang sehat dan berguna bagi bangsa serta negara. (Anto)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !