![]() |
Tim SAR
Pemda Sukoharjo dibantu masyarakat masih melakukan pencarian
satu
korban pelajar MTs LQ Sukoaharjo yang kalap di Sungai Bengawan Solo
|
SUKOHARJO - INDEPNews ; Latihan penjelajahan sungai yang
dilakukan Pramuka Madrasah Tsanawiyah (MTs) Lailatul Qodar (LQ), Sukoharjo
membawa duka. Pasalnya, tiga siswa yang sedang mengikuti latihan penjelajahan medan sungai Bengawan
Solo, terseret arus dua diantara meninggal dunia. Bahkan, salah satu korban
smapai berita ini diturunkan belum ditemukan, masih dalam pencarian tim SAR dan
masyarakat.
Keterangan yang
berhasil dikumpulkan Independent News Online di tempat kejadian perkara (TKP)
Minggu sore, (17/6) dari sejumlah saksi mata mengatakan, mengisi waktu liburan
MTs LQ mengadakan kegaitan Pramuka kemah
di halaman sekolah. Pada Minggu pagi, oleh Pembina yang juga juru setempat,
Agus para siswa diajak melakukan penjelahan dengan menyeberangi sungai Bengawan
Solo, di Dukuh Kernen, Kelurahan Kriwen, Kecamatan Sukoharjo.
Kegiatan jelajah
diawali dengan jalan kaki dari sekolahan menuju ke sungai Bengawan Solo, yang
berjarak sekitar 2 Km. Sesampai di tanggul sungai, guru Pembina Agus dibantu
belasan murid memasang tali yang akan digunakan untuk menyeberangi sungai.Tidak
diduga, ketika tali baru dikaitkan dengan pohon di tepi sungai, tiga siswa
yaitu Rois (13), Doni Yusuf Fernanda (13) dan Munawar Ahmad Sejahudin (13)
semuanya siswa kelas VII, langsung mencebur ke sungai.
Ketika sedang asyik
mengikat tali, guru Pembina Agus terkejut mendengar teriakan tiga siswanya
minta tolong, seraya melambaikan tangan di sungai. Mendnegar teriakan tersebut,
Agus dibantu masyarakat sekitar berusaha memberi pertolongan. Sekitar 15 menit
salah seoran siswa bernama Rois berhasil diselematkan dan langsung dilarikan ke
rumah sakit. Selang 45 menit kemudian, giliran Doni ditemukan tim SAR Pemkab
Sukoharjo dibantu masyarakat. Tapi, ketika ditemukan Doni sudah sudah tidak bernyawa.
Menurut saksi mata
Sumardi, warga Tanjungsari, Tangkisan, Tawangsari Sukoharjo, saat lewat dia
mendengar teriakan minta tolong dari sungai. Seketika, saksi langsung ke sungai
dan melihat sejumlah warga dan tim SAR membopong korban. Saksi ikut membantu
mengangkat korban dari dasar sungai dibawa ke rumah penduduk.
Sementara wakil
komandan SAR Pemkab Sukoharjo, Singgih Purbadi mengatakan, sampai saat ini
pihaknya masih melakukan pencarian korban. Meski air sungai Bengawan Solo tidak
deras, tapi ada beberapa tempat yang kedalamnnya mencapai 4 meter. Korban yang
dilaporkan kalap sejak jam 08.00 Minggu pagi, hingga sore belum ditemukan. Korban
yang belum ditemukan bernama Munawar putra pasangan Suradi-Sri Rukamti warga
Dalangan Tawangsari.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !