Latihan Pramuka, Tiga Siswa MTs Lailatul Qodar Kalap, 2 Tewas INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Latihan Pramuka, Tiga Siswa MTs Lailatul Qodar Kalap, 2 Tewas

Latihan Pramuka, Tiga Siswa MTs Lailatul Qodar Kalap, 2 Tewas

Ditulis Oleh redaksi Senin, 18 Juni 2012 | 13.19

Tim SAR Pemda Sukoharjo dibantu masyarakat masih melakukan pencarian
satu korban pelajar MTs LQ Sukoaharjo yang kalap di Sungai Bengawan Solo
SUKOHARJO - INDEPNews ; Latihan penjelajahan sungai yang dilakukan Pramuka Madrasah Tsanawiyah (MTs) Lailatul Qodar (LQ), Sukoharjo membawa duka. Pasalnya, tiga siswa yang sedang mengikuti latihan penjelajahan medan sungai Bengawan Solo, terseret arus dua diantara meninggal dunia. Bahkan, salah satu korban smapai berita ini diturunkan belum ditemukan, masih dalam pencarian tim SAR dan masyarakat.

Keterangan yang berhasil dikumpulkan Independent News Online di tempat kejadian perkara (TKP) Minggu sore, (17/6) dari sejumlah saksi mata mengatakan, mengisi waktu liburan MTs LQ  mengadakan kegaitan Pramuka kemah di halaman sekolah. Pada Minggu pagi, oleh Pembina yang juga juru setempat, Agus para siswa diajak melakukan penjelahan dengan menyeberangi sungai Bengawan Solo, di Dukuh Kernen, Kelurahan Kriwen, Kecamatan Sukoharjo.

Kegiatan jelajah diawali dengan jalan kaki dari sekolahan menuju ke sungai Bengawan Solo, yang berjarak sekitar 2 Km. Sesampai di tanggul sungai, guru Pembina Agus dibantu belasan murid memasang tali yang akan digunakan untuk menyeberangi sungai.Tidak diduga, ketika tali baru dikaitkan dengan pohon di tepi sungai, tiga siswa yaitu Rois (13), Doni Yusuf Fernanda (13) dan Munawar Ahmad Sejahudin (13) semuanya siswa kelas VII, langsung mencebur ke sungai.

Ketika sedang asyik mengikat tali, guru Pembina Agus terkejut mendengar teriakan tiga siswanya minta tolong, seraya melambaikan tangan di sungai. Mendnegar teriakan tersebut, Agus dibantu masyarakat sekitar berusaha memberi pertolongan. Sekitar 15 menit salah seoran siswa bernama Rois berhasil diselematkan dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Selang 45 menit kemudian, giliran Doni ditemukan tim SAR Pemkab Sukoharjo dibantu masyarakat. Tapi, ketika ditemukan Doni sudah  sudah tidak bernyawa.

Menurut saksi mata Sumardi, warga Tanjungsari, Tangkisan, Tawangsari Sukoharjo, saat lewat dia mendengar teriakan minta tolong dari sungai. Seketika, saksi langsung ke sungai dan melihat sejumlah warga dan tim SAR membopong korban. Saksi ikut membantu mengangkat korban dari dasar sungai dibawa ke rumah penduduk.

Sementara wakil komandan SAR Pemkab Sukoharjo, Singgih Purbadi mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan pencarian korban. Meski air sungai Bengawan Solo tidak deras, tapi ada beberapa tempat yang kedalamnnya mencapai 4 meter. Korban yang dilaporkan kalap sejak jam 08.00 Minggu pagi, hingga sore belum ditemukan. Korban yang belum ditemukan bernama Munawar putra pasangan Suradi-Sri Rukamti warga Dalangan Tawangsari.

Sementara Humas Polres Sukoharjo, AKP Widodo ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersbeut. Pihaknya, sedang menerjunkan tim melakukan penyeledikan penyebab kejadian tersebut dengan mengorek keterangan di TKP dengan meminta keterangan saksi. Bahkan, polisi akan meminta keterangan pihak sekolahan, termasuk guru Pembina yang melatih Pramuka. Paparnya. (Sutarmin DS, SH)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved