Ribuan Warga Tujuh Kecamatan Terancam Banjir Lahar Dingin INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Ribuan Warga Tujuh Kecamatan Terancam Banjir Lahar Dingin

Ribuan Warga Tujuh Kecamatan Terancam Banjir Lahar Dingin

Ditulis Oleh redaksi Senin, 07 Januari 2013 | 18.39

Kondisi Cek Dam di kawasan Kaliworo, yang merupakan avur lahar dingin (Foto : Sumanto)
KLATEN - INDEPNEWS.Com ; Ribuan warga setidaknya yang berada di tujuh wilayah kecamatan di Kabupaten Klaten, memasuki musim penghujan tahun ini merasa was-was dan khawatir diterjang banjir bandang lahar dingin muntahan dari Gunung Merapi.

Kekhawatiran itu muncul karena sebagian besar tanggul sungai alih fungsi sebagai lahan pertanian. Sehingga jika aliran sungai meningkat, luapan air akan menggenangi kawasan pemukiman dan areal persawahan.

Seperti diketahui, sedikitnya tujuh wilayah Kecamatan di Kabupaten Klaten, dinyatakan sebagai daerah rawan banjir. Pada musim hujan ini, masyarakat diharapkan selalu waspada menghadapi kemungkinan datangnya bencana yang tidak diduga sebelumnya.

Kendati, pihak Pemkab Klaten jauh sebelum musim penghujan tiba sudah mempersiapkan ribuan karung plastic yang diposkan di setiap kecamatan yang wilayahnya sebagai langganan bencana alam banjir tersebut.

Ketua Lembaga Studi Pertanian, Informasi dan Evaluasi (LSPIE) Kabupaten Klaten Drs Sumanto SP, ketika ditemui saat melakukan pengamatan di daerah rawan benacana banjir, di wilayah Kecamatan Gantiwarno, Senin (7/1) menjelaskan, data yang diperoleh di Kantor Subdin DPU Pengairan Klaten menyebutkan, keenam daerah rawan bnjir itu meliputi Kecamatan Juwiring, Trucuk, Pedan, Karangdowo, Cawas, Gantiwarno.

Dikatakan, tahun-tahun sebelumnya, banjir biasanya datang pada akhir bulan Nopember, Desember dan Januari. Pada bulan-bulan itu, seperti terjadi beberapa tahun sebelumnya, banjir telah melanda di wilayah Kecamatan Cawas, Gantiwarno, Karangdowo, dan sebagian wilayah Kecamatan Trucuk dan Pedan, yang mengakibatkan ratusan hektar lahan pertanian rusak. Meski demikian, dampak dari banjir itu belum mengkhawatirkan penduduk sekitar lokasi.

Kendati demikian, lanjut Manto yang mempunyai kelompok binaan petani itu, masyarakat khususnya yang bermukim di sekitar aliran sungai, seperti sungai Ujung, Dengkeng, dan sungai yang dinilai rawan banjir, harus selalu siap dan waspada. Karena, bila nanti curah hujan telah meningkat dan beberapa sungai di wilayah Kecamatan Wedi, Gantiwarno, Cawas, Pedan, dan kecamatan Karangdowo, air akan meluap ke pemukiman penduduk.

Terpisah, Kasubag Umum, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Klaten, Rujedi SH menjelaskan, sejak memasuki musim penghujan dan adanya laporan warga yang masuk, tim mengecek ke daerah-daerah rawan bencana banjir.

"Bantuan berupa beronjong kawat dan zak pasir sudah diserahkan," ujarnya.

Dengan bantuan darurat tersebut tambahnya, untuk sementara lokasi bisa diamankan, Diakui memang, untuk jangka panjang, perlu dibangun tanggul permanen. Sehingga bronjong dan sak pasir hanya merupakan sarana sementara.

Sehubungan itu, warga diminta waspada karena hujan di kawasan hulu semakin deras dan permukaan air sungai semakin tinggi.

"Utamanya, di sepanjang bantaran Sungai Dengkeng di wilayah Gantiwarno, merupakan jalan kampung dan pemukiman padat penduduk. Karena itu, warga kami minta mengecek secara rutin debit sungai, sehingga jika ada ancaman banjir bisa segera ditindaklanjuuti," pintanya. (Anto)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved