GEDANSK - INDEPNews ; Lewat perjuangan yang melelahkan
melawan Kroasia, tim Matador Spanyol menyempurnakan langkahnya melaju ke
perempat final Piala Eropa 2012. Gol telat Spanyol lahir lewat pemain pengganti
Jesus Navas, memanfaatkan umpan matang Iniesta menit 88. Tentu saja gol
tersebut langsung disambut gegap gempita, pemain cadangan, pelatih dan
pendukungnya.
Sebenarnya, sejak
menit babak pertama Iker Casilas Dkk selalu melanacarkan serangan ke jantung
pertahanan Kroasia. Namun, rapatnya pertahanan Kroasia serangan yang dibangun
selalu kandas. Sementara Kroasia sendiri banyak melakukan serangan balik yang
sangat berbahaya dan sering mengancam gawang Iker Casilas.
Gol yang mengantar
Spanyol sebagai juara grup C, lahir begitu unik karena peran dua pemain
pengganti Cesc Fabregasc dan Jesus Navas. Lewat serangan balik yang cepat, Cesc
Fabregasc menguasai bola dan melihat Iniesta berdiri bola dichip dan berhasil
ditahan Ineista. Melihat Jesus Navas berdiri bebas bola disodorkan dan langsung
diembat Jesus Navas.
Sebenarnya, Spanyol
lebih mendominasi pertandingan di babak pertama dengan memainkan umpan-umpan
pendek yang menjadi ciri khas permainan mereka. Namun, pertahanan Kroasia betul-betul
sulit ditembus. Sementara Kroasia sesekali melakukan serangan yang dimulai dari
sektor sayap.
Meski pertahanan Kroasia sangat rapat, Spanyol berulang kali mampu mendapatkan peluang mencetak gol. Tembakan FernandoTores dan Sergio Ramos masih melenceng tipis dari sisi gawang. Bahkan tembakan terukur Sergio Ramos bisa dimentahkan penmjaga gawang Kroasia Pletikosa.
Meski pertahanan Kroasia sangat rapat, Spanyol berulang kali mampu mendapatkan peluang mencetak gol. Tembakan FernandoTores dan Sergio Ramos masih melenceng tipis dari sisi gawang. Bahkan tembakan terukur Sergio Ramos bisa dimentahkan penmjaga gawang Kroasia Pletikosa.
Disisi lain, meski
digempur Kroasia juga tidak tinggal diam
dengan melakukan serangan balik sangat berbahaya. Pada pertengahan babak pertama
pemain andalan Kroasia Pranjic nyaris mencetak gol, namun tembakannya bisa dibaca Iker Casillas. Hingga pertandingan
babak pertama berakhir kedudukan imbang kaca mata 0-0.
Babak kedua dimulai
Kroasia yang butuh gol langsung menekan Spanyol, karena para pemain mendapat
kabar Italia yang menjadi saingan beratnya unggul 1-0 atas Irlandia.
Pertandingan babak kedua memasuki menit 14, Kroasia seharusnya sudah unggul
atas Spanyol. Pada menit ke-59 Kroasia sundulan
Rakitić setelah menerima umpan lambung dari Modrić masih bisa ditepis dengan
baik oleh Casillas.
Spanyol memang
terlihat masih lebih dominan dalam penguasaan bola namun penyelesaian akhir di
pertahanan lawan belum bisa membahayakan gawang Kroasia. Sementara para pemain
Kroasis sendiri tyerus ngotot untuk mencetak gol agar lolos ke perempat final.
Keberanian pemain Kroasia keluar menyerang, dimanfaatkan pemain Spanyol untuk
membangun serangan.
Lewat serangan yang
dibangun secara apik, Spanyol menciptakan peluang emas mencetak gol menit 84. Namun,
tembakan keras Ineista setelah melewati tiga pemain Kroasia, berhasil
dimentahkan kipper Kroasia Pletikosa. Gawang Kroasia akhirnya jebol juga menit
88 oleh Jesus Navas.
Melalui skema
permainan serangan balik, Iniesta berhasil lolos dari jebakan offside dan
langsung memberikan bola kepada Jesus Navas yang dengan mudah memasukkan bola
ke gawang Kroasia. Skor 1-0 tetap bertahan hingga akhir babak kedua. Spanyol
keluar sebagai juara Grup C dan Italia berada di posisi runner up setelah
mengalahkan 2-0 Irlandia.
Sementara dua ujung
tombak Italia Antonio Cassano dan Mario Balotelli, akhirnya mampu mencetak gol
pada Piala Eropa. Berkat dua gol ke gawang Irlandia mengantar Italia lolos ke
perempat final mendapingi Sapanyol. Italia keluar sebagai Runer Up dengan nilai
5 dan Spanyol juara grup dengan nilai 7.
Pada laga melawan Republik Irlandia di kota Poznan, Selasa (19/6/2012) dini hari WIB, Cassano dan Balotelli tampil sebagai pahlawan. Kali ini, Balotelli tidak dimainkan sebagai starter, melainkan baru dimainkan di babak kedua. Ia mengikuti jejak Cassano dengan mencetak gol memanfaatkan situasi tendangan penjuru.
"Ini adalah sebuah pertanda bagus karena kami butuh Cassano dan Balotelli. Keduanya kerap tampil bagus, namun selalu gagal mencetak gol," ucap Buffon di Football Italia.
Di sisi lain, Buffon membela keputusan Prandelli untuk mengubah starting line-up pada laga melawan Irlandia. Ia menyebut, hal itu harus dilakukan mengingat jadwal pertandingan grup yang saling berdekatan.
"Di Piala Eropa, Anda bermain tiap empat hari sekali dan itu membuat Anda sulit memulihkan diri. Dalam pandangan saya, lama-lama tim akan merasakan kelelahan." Tukas Buffon. (Okezone/Sutarmin DS)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !