![]() |
| Para Seniman Solo yang tergabung dalam FMPSB ketika menggelar happening art di depan ruang kantor Walikota Solo, Selasa (19/6) siang tadi (Foto : Zaenal Huda) |
SURAKARTA, Independent News Online -
Walikota Solo Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memutuskan, penyelenggeraan
Solo International Ethnic Music (SIEM) akhirnya dipindahkan dari Taman
Balekambang ke Taman Sriwedari. Menyusul adanya desakan dari kalangan
masyarakat yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli Seni Budaya
(FMPSB).
Dalam pertemuan di ruang Walikota, Selasa (19/6) siang tadi di hadapan massa FMPSB, Jokowi mengakui sebelum ada ketetapan penyelenggaraan SIEM di Taman Balekambang, dirinya telah menanyakan kepada Panitia SIEM adanya alternatif lain selain Taman Balekambang.
"Setelah
berargumentasi akhirnya saya memberi ijin kepada Panitia SIEM, untuk
menyelenggarakan acara itu di Taman Balekambang dengan banyak syarat,"
kata Jokowi. Walikota juga mengakui, Panitia SIEM agaknya tidak mengajak
berdialog lebih dulu dengan komunitas seniman, terutama para penghuni
Taman Balekambang yang tergabung dalam Kethoprak Seniman Muda di lokasi
wisata tersebut.
"Jika
sekarang ini ada desakan agar SIEM diadakan di luar Balekambang, ya
silakan saja dibicarakan dengan baik. Tempatnya terserah, nanti saya
bantu," imbuhnya disambut tepuk tangan massa yang hadir di ruangan
tersebut.
Dalam
dialog sebelumnya, dalang Wayang Kampung Sebelah (WKS) Ki Jlitheng
Suparman mengharapkan, jangan sampai penyelenggaraan SIEM ini justru
menimbulkan perpecahan kalangan seniman di Solo. Oleh karena itu,
sebaiknya penyelenggaraan SIEM diadakan di luar Taman Balekambang.


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !