KLATEN, INDEPNews ; Seorang
aktivis ormas Islam, Nur Abdurohman alias Norman, dilaporkan polisi oleh dua
orang karyawan PDAM Klaten, Edi Susanto (33) warga Desa Gumulan Kecamatan
Klaten Selatan dan Kiswadi (32) warga Kecamatan Gantiwarno. Dilaporkannya warga
Perum Griya Prima Klaten Utara tersebut merupakan buntut atas dugaan
penganiayaan yang dilakukan kepada Edi saat hendak menutup jaringan air PDAM
yang tidak dibayar selama empat bulan.
Keterangan
yang berhasil dihimpun Sabtu (23/6), peristiwa tersebut berawal ketika Edi dan
Kiswadi hendak mendatangi rumah Norman untuk menutup jaringan air PDAM karena
telah empat bulan tak dibayar. Akan
tetapi, penyegelan tersebut memicu emosi Norman yang kemudian menendang dan
memukul Edi.
“Mendapat
perlakuan tersebut, Edi dan Kiswadi langsung lari tunggang langgang dan tidak
berani membalas,” kata Direktur Keuangan PDAM, Nanang Mardjianto, mewakili
Direksi PDAM.
Akibat
peristiwa tersebut, kedua korban mengalami luka dibeberapa bagian tubuhnya.
Sebagai barang bukti, keduanya telah menyertakan hasil visum dari rumah sakit
dalam laporannya ke polisi.
“Untuk Edi
mengalami luka di bagian tangan dan kepala. Sementara Kiswadi mengalami luka
akibat tendangan dari Norman,” tambah Nanang.
Selain
menimbulkan trauma bagi kedua karyawannya, kejadian tersebut ternyata berbuntut
panjang. Pasca pelaporan ke polisi, PDAM mendapat banyak teror. Bahkan, kabar
yang beredar PDAM hendak di gerudug oleh sekelompok ormas Islam.
“Seperti
yang terlihat, banyak polisi melakukan penjagaan. Ini dilakukan karena beredar
kabar akan ada sekelompok ormas datang ke sini,” jelas Nanang.
Terkait
dengan hal tersebut, Norman membenarkan bila dirinya memang menunggak tagihan
PDAM selama empat bulan sebesar Rp 233 ribu. Meski demikian, Norman membantah
telah melakukan penganiayaan terhadap dua karyawan PDAM tersebut.
“Saya tidak
memukul ataupun menendang Edi. Saya hanya menendang kotak meteran. Edi berlari
ketika hendak saya pukul,” ujar Norman saat ditemui wartawan.
Lebih lanjut
Norman menjelaskan, saat mengejar Edi, Kiswadi malah memukul dirinya dengan tas
yang berisi peralatan bongkar meteran. Akibat peristiwa tersebut, Norman
mengalami luka dibagian kepalanya. Untuk itu, Norman telah melaporkan Kiswadi
atas perlakuan yang menimpa dirinya.
“Insiden
penganiayaan tersebut sudah didengar oleh anggota yang lain. Akan tetapi, saya
tidak menyuruh ataupun melarang teman-teman saya itu. Kalau mereka mau
menggerudug PDAM saya persilahkan,” ucap Norman. (kt4)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !