Aniaya Petugas PDAM, Aktivis Ormas Islam dilaporkan ke Polisi INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » » Aniaya Petugas PDAM, Aktivis Ormas Islam dilaporkan ke Polisi

Aniaya Petugas PDAM, Aktivis Ormas Islam dilaporkan ke Polisi

Ditulis Oleh redaksi Minggu, 24 Juni 2012 | 12.04

KLATEN, INDEPNews ; Seorang aktivis ormas Islam, Nur Abdurohman alias Norman, dilaporkan polisi oleh dua orang karyawan PDAM Klaten, Edi Susanto (33) warga Desa Gumulan Kecamatan Klaten Selatan dan Kiswadi (32) warga Kecamatan Gantiwarno. Dilaporkannya warga Perum Griya Prima Klaten Utara tersebut merupakan buntut atas dugaan penganiayaan yang dilakukan kepada Edi saat hendak menutup jaringan air PDAM yang tidak dibayar selama empat bulan.

Keterangan yang berhasil dihimpun Sabtu (23/6), peristiwa tersebut berawal ketika Edi dan Kiswadi hendak mendatangi rumah Norman untuk menutup jaringan air PDAM karena telah empat bulan tak dibayar.  Akan tetapi, penyegelan tersebut memicu emosi Norman yang kemudian menendang dan memukul Edi.

“Mendapat perlakuan tersebut, Edi dan Kiswadi langsung lari tunggang langgang dan tidak berani membalas,” kata Direktur Keuangan PDAM, Nanang Mardjianto, mewakili Direksi PDAM.

Akibat peristiwa tersebut, kedua korban mengalami luka dibeberapa bagian tubuhnya. Sebagai barang bukti, keduanya telah menyertakan hasil visum dari rumah sakit dalam laporannya ke polisi.

“Untuk Edi mengalami luka di bagian tangan dan kepala. Sementara Kiswadi mengalami luka akibat tendangan dari Norman,” tambah Nanang.

Selain menimbulkan trauma bagi kedua karyawannya, kejadian tersebut ternyata berbuntut panjang. Pasca pelaporan ke polisi, PDAM mendapat banyak teror. Bahkan, kabar yang beredar PDAM hendak di gerudug oleh sekelompok ormas Islam.

“Seperti yang terlihat, banyak polisi melakukan penjagaan. Ini dilakukan karena beredar kabar akan ada sekelompok ormas datang ke sini,” jelas Nanang.

Terkait dengan hal tersebut, Norman membenarkan bila dirinya memang menunggak tagihan PDAM selama empat bulan sebesar Rp 233 ribu. Meski demikian, Norman membantah telah melakukan penganiayaan terhadap dua karyawan PDAM tersebut.

“Saya tidak memukul ataupun menendang Edi. Saya hanya menendang kotak meteran. Edi berlari ketika hendak saya pukul,” ujar Norman saat ditemui wartawan. 

Lebih lanjut Norman menjelaskan, saat mengejar Edi, Kiswadi malah memukul dirinya dengan tas yang berisi peralatan bongkar meteran. Akibat peristiwa tersebut, Norman mengalami luka dibagian kepalanya. Untuk itu, Norman telah melaporkan Kiswadi atas perlakuan yang menimpa dirinya.

“Insiden penganiayaan tersebut sudah didengar oleh anggota yang lain. Akan tetapi, saya tidak menyuruh ataupun melarang teman-teman saya itu. Kalau mereka mau menggerudug PDAM saya persilahkan,” ucap Norman. (kt4)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved