KLATEN - INDEPNews ; Unjuk rasa Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Klaten Selasa(19/6),
yang berlangsung di DPRD Klaten nyaris ricuh. Kericuhan ini terjadi karena
puluhan demonstran merasa terlecehkan dengan hanya ditemui oleh wakil ketua
komisi IV DPRD Klaten, Nurcholis Madjid, saat audiensi dilakukan.
Berdasar
pantauan, aksi unjuk rasa ini dimulai pukul 10.00 Wib. Setelah berkumpul,
mereka kemudian melakukan longmarch dari alun-alun Klaten hingga kantor DPRD
Klaten yang berjarak 1,5 kilometer. Sepanjang perjalanan, peserta unjuk rasa
melakukan orasi bergantian menuntut Bupati Klaten Sunarna untuk
bertanggungjawab atas biaya pendidikan di Klaten yang semakin mahal.
“Kalau
sudah ada dana Bantuan Operasional Sekolah(BOS), kenapa masih harus ada pungutan
biaya lagi. Ini jelas membebani kami selaku walimurid,” ujar koordinator aksi,
Yanti Susanti, dalam perjalanan.
Sesampainya
di gedung DPRD Klaten, peserta demo langsung menuju ruang rapat paripurna. Akan
tetapi, di tempat tersebut mereka harus menelan kekecewaan. Pasalnya, harapan
untuk bisa beraudiensi dengan pimpinan dewan tidak terlaksana dan mereka hanya
ditemui oleh wakil ketua komisi IV DPRD Klaten, Nurcholis Madjid.
“kalau
hanya ditemui satu orang tidak akan berdampak pada perubahan kebijakan. Lebih baik tidak ada audiensi kalau hanya ditemui
satu orang anggota dewan, kami ingin ditemui ketua DPRD dan bupati,” tegas
seorang peserta aksi, Abdul Muslih.
Tanpa
banyak bicara lagi, puluhan massa
demonstrasi tersebut langsung keluar dari ruangan dan berlari menuju kantor
DPRD untuk melakukan sweeping terhadap anggota dewan lainnya. Akan tetapi, baru
sampai di depan pintu masuk, kedatangan mereka sudah dihadang puluhan anggota
polisi dan Satpol PP.
“Pertemukan
kami dengan anggota dewan yang ada di dalam ruangan. Atau kami tidak akan
berhenti,” papar seorang peserta lainnya, Hardi.
Setelah
mendapat kepastian akan ditemui oleh beberapa anggota dewan dan pejabat dari
dinas pendidikan, pengunjuk rasa akhirnya mundur dan kembali ke dalam ruang
rapat paripurna.
Dan
tak lama kemudian, pengujuk rasa yang sudah mulai habis rasa sabarnya ditemuui
oleh beberapa anggota dewan dan pejabat dinas pendidikan untuk melakukan
audiensi.


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !