SUMENEP - INDEPNews ; Pada tahun 2011 konsumsi daging masyarakat indonesia
mencapai 506 juta kilogram. Karena mengkonsumsi daging merupakan salah satu
kebutuhan masyarakat secara umum. Menurut data, konsumsi daging setiap tahun
mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Menurut Wakil Bupati
Sumenep pada Pembukaan Workshop Juru Sembelih Halal 2012 di Hotel Utami Sumekar
Sumenep, Senin (25/06), tingginya konsumsi daging tersebut menandakan bahwa
kebutuhan daging telah menjadi bagian pokok dari konsumsi masyarakat Indonesia.
“Karena daging berasal
dari makhluk hidup, maka yang menjadi permalasahan saat ini bagaimana proses penyediaan daging kepada
konsumen sesuai dengan konsep asuh yakni,
aman, sehat, utuh, dan halal. Salah satunya dalam hal penyembelihan
hewan tersebut.”Ujarnya.
Dijelaskan, aman
berarti tidak mengandung bibit penyakit,sehat berarti mengandung zat-zat yang
berguna bagi kesehatan dan pertumbuhan tubuh, utuh bisa diartikan tidak dicampur
dengan bagian lain dari hewan tersebut atau bagian lain diluar keterangan
produk dan halal berarti perolehan hasil produksi daging sesuai dengan Syariat
Islam.
Menurut Wabub, Dalam
konteks Syariat Islam, penyembelihan harus mengandung tiga aspek yang harus
dipenuhi yakni aspek hewan yang akan disembelih, aspek orang yang akan
menyembelih dan aspek proses yakni penyembelihan.
Di tambahkan
penyembelihan hewan jangan dianggap sebagai sesuatu yang sepele.sebab,
penyembelihan hewan mempunyai dimensi yang luas yang erat kaitannya dengan
masalah agama dan kesehatan. apalagi, sebagai negara mayoritas muslim,
pemerintah juga mempunyai kewajiban untuk melindungi konsumen dari
produk-produk yang tidak halal.
Sementara Kepala Dinas
Peternakan Kabupaten Sumenep, melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan,
Ir.Ach.Kamarul Alam, M.Si menjelaskan peserta Worshob sebanyak 40 orang,
terdiri dari perwakilan Rumah Potong Hewan (RPH) seperti di KEcamatan Kota,
Manding, talango dan sebagainya dengan penyaji dari Dinas Peternakan Propinsi
Jatim dan MUI Sumenep.
“Workshop
penyembelihan hewan ini merupakan upaya memberikan pemahaman secara utuh kepada
pihak-pihak yang terlibat langsung dalan produski daging khususnya dalam hal
penyembelihan hewan.” pungkasnya. (ren)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !