SUKOHARJO - INDEPNews ; Menjelang datangnya
bulan puasa, para pedagang pasar darurat Sukoharjo meminta fasilitas
penerangan. Sebab, saat ini penerangan masih minim sehingga kalau malam sangat
gelap. Padahal, apabila bulan puasa aktivitas pasar sampai larut malam.
Menurut sejumlah pedagang, fasilitas pasar darurat Sukoharjo masih sangat kurang,
sehingga pembeli kurang nyaman. Sebagai contoh, papan petunjuk los yang umumnya
dijadikan petunjuk bagi para pengunjung pasar tidak terpasang di pasar darurat
sehingga masih banyak ditemui pengunjung yang kebingungan mencari los maupun
kios tujuan. Selain itu akses jalan di sekeliling los dinilai kurang memadai.
Ketua Perhimpunan Pedagang Pasar Sukoharjo
(HPPKS), Fajar Purwanto, Jumat (22/6) mengatakan, pihaknya sudah meminta kepada
Pemerintah terkait tuntutan para pedagang melengkapi fasilitas penunjang
dipasar darurat tersebut. Namun, hingga kini belum ada jawaban dari Pemda
Sukoharjo.
“Kami sudah sampaikan ke Pemkab Sukoharjo
terkait tuntutan pedagang ini. Tapi ya belum ada jawaban. Terutama masalah
jalan di sekeliling pasar darurat sangat sempit hanya sekitar 60 cm. Jelas
tidak nyaman yang melewat. Selain itu juga papan petunjuk los dan kios agar
pengunjung tidak kebingungan. Walaupun kondisinya seperti ini, tapi pedagang
tetap memaklumi kok,” ujarnya.
Menurutnya, menjelang Ruwahan
sejumlah pedagang berencana membuka los maupun kiosnya hingga larut malam.
Sehingga sangat dibutuhkan fasilitas tersebut terutama penerangan yang merata
di pasar darurat.
“Minggu depan sudah masuk Ruwahan, kemudian dilanjut Ramadhan,
kami berharap permintaan kami segera dikabulkan pemerintah, terutama penerangan
merata karena akan buka sampai malam, akses jalan sedikit diperlebar dan adanya
papan penunjuk,” tandasnya. (Sutarmin DS)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !