Satpol PP Tertibkan Pedagang Ngeyel INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Satpol PP Tertibkan Pedagang Ngeyel

Satpol PP Tertibkan Pedagang Ngeyel

Ditulis Oleh redaksi Selasa, 12 Juni 2012 | 00.51

SUKOHARJO - INDEPNews; Ancaman Bupati Sukoharjo, H Wardoyo Wijaya, SH, MH kepada pedagang ngeyel yang tidak mau menempati pasar darurat, mendapat respon para pedagang. Diduga takut namanya akan dicoret dari daftar penerima kios atau los pasar Ir. Soekarno, para pedagang yang berjualan sekitar reruntuhan bangunan pasar lama, akhirnya pindah dan menempati Kios Pasar Darurat.
 
Setelah peletakan batu pertama pembangunan pasar tradisional Ir. Soekarno, Jumat 8 Juni 2012 lalu,  Bupati Wardoyo Wijaya menghimbau agar para pedagang masuk berjualan di pasar darurat. Bagi pedagang yang tetap ngeyel berjualan di tepi jalan sekitar reruntuhan bangunan pasar lama, diwajibkan masuk ke pasar darurat. 

Berdasarkan pengamatan Independent News Online, Senin ( 11/6 ) para pedagang mulai meninggalkan tempat jualan di tepi jalan pasar lama. Untuk mencegah agar pedagang tidak berjualan ditempat larangan, Satpol PP memberi garis larangan dibentangkan di sepanjang jalan tepi reruntuhsan bangunan pasar. Garis polisi melingkar mulai dari ujung Timur Laut sampai Barat Daya.

Hanya saja, meski sudah diberi garis larangan ternyata masih ada juga pedagang buah-buahan dan syuran nekat berjualan di tempat tersbeut. Melihat hal tersebut, Satpol PP langsung bertindak melakukan penertiban. Dimpimpin, Kasi Trantib Satpol PP Sunarto SH, pihaknya terus melakukan pemantauan sekitar pasar Sukoharjo.

Meski Bupati telah menyampaikan larangan dan mengancan akan member sanksi kepada pedagang ngeyel, tenryata masih ada juga yang berjualan di daerah larangan. Menindak lanjuti, hal tersbeut Satpol langsung melakukan penertiban kepada pedagang yang masih ngeyel. Satpol PP juga melarang pedagang meski menggunakan mobil, karena akan menimbulkan kecemburuan pedagang lainnya.
 
Untuk ketertiban dan keselamatan semua pihak, sekitar area bangunan pasar yang dibongkar harus bersih dari pedagang atau orang berjualan. Sebab, keberadaan pedagang akan menganggu pekerja proyek pasar dan menimbulkan kecemburuan pedagang lainnya, tegasnya. (Sutarmin DS, SH)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved