![]() |
| Aksi para pendemo berjalan kaki menuju kantor DPRD sambil berorasi (Foto : Armin) |
Koordinator lapangan aksi, Khomarudin Achmad dalam orasinya menyebut Pilgub Jateng di Sukoharjo terjadi indikasi ketidaknetralan PNS. Sementara posisi PNS dituntut netral sesuai PP Nomor 53 tahun 2010. Menurut data yang dimilikinya, di 64 satuan Kerja perangkat daerah (SKPD) yang dimiliki pemerintah Provinsi Jawa Tengah, hanya 21 orang yang bersedia menandatangani pakta integritas netral PNS yang disodorkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). “Indikasi ketidaknetralan PNS sangat tinggi sehingga kami meminta Bawaslu bertindak tegas,” tegas dia.
Di daerah, lanjut Khomarudin bahkan sejumlah PNS terang terangan terlibat dalam kampanye salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Menyikapi hal ini, pengunjuk rasa menuntut empat poin dalam pilgub Jateng diantaranya bersih dari politisasi birokrasi, netralitas PNS, kebebasan PNS dalam menggunakan hak pilih serta Bawaslu diminta tegas menindaklanjuti pelanggaran kampanye.
Aksi mahasiswa dimulai dengan menggelar orasi di sekitar Simpang Lima. Massa membawa spanduk dan pengeras suara yang diangkut dengan menggunakan becak menyampaikan tuntutannya. Polisi memberi kawalan cukup ketat selama unjuk rasa digelar, karena aksi dilakukan tepat di tengah persimpangan dan berpotensi menghambat lalulintas. Para pengunjukrasa kemudian berjalan menuju kantor DPRD melanjutkan aksinya. Namun, oleh tim pengamanan massa dihadang di gerbang masuk komplek kantor DPRD.
Turut dalam aksi unjuk rasa diantaranya Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) IAIN, KAMMI UMS, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAIN, DPM IAIN, Gerakan Mahasiswa Nasionalis (GAMNAS) serta Aliansi Mahasiswa Tolak Intervensi (AMATI).
Kedatangan mahasiswa pendemo diterima wakil Ketua DPRD, Jaka Wuryanta, Nurdin dan Ardi Parastyo. Pada intinya, para pimpinan DPRD mendukung aspirasi mahasiswa dengan netralitas PNS dalam Pilgub. Selanjutnya, massa membubarkan diri pulang dengan menumpang bus Pariwisata. (Armin)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !