![]() |
| Bupati Sukoharjo berbabur dengan para buruh berjogetria (Foto : Sutarmin SH) |
Mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian, satpol PP dan tentara, aksi berjalan tetrib dan damai. Peringatan hari buruh “May Day” diawali dengan gelar spanduk dan orasi. Pada intinya para buruh menolak kontrak kerja “Outsorsing”. Buruh juga menuntut kenaikan upah minimal sesuai upah minimum kabupaten (UMK).
Ada tiga tuntutan pokok para buruh dalam aksi damai, menghapus rekrutmen kerja dengan sistem kontrak. Bahkan, sistem kerja kontrak malah menjadi trend nasional dan sampai ke pelosok daerah daerah. Hal ini membuktikan, kepentingan buruh diletakan pada posisi tawar yang rendah.
Keberpihakan terhadap sistem kapitalisme yang tidak pro rakyat, karena pemberian upah masih sangat murah. Buruh menuntut pemerintrah bertindak tegas tehadap perusahaan yang melakukan pelangaran perundang-undangan perburuhan. Pasalnya, masih banyak perusahaan belum menjalankan UMK maupun program Jamsostek.
Bupati Sukoharjo H Wardoyo Wijaya SH MH, Pimpinan DPRD Nurdin SH dan Kabag Ops Polres Sukoharjo, Kompol Andhika didaulat para buruh untuk menyampaikan orasi. Dihadapan ratusan buruh, Bupati Wardoyo Wijaya mendukung para buruh untuk memperjuangkan hak-haknya. Pemerintah Kabupaten Sukoharjo akan ikut memperjuangkan nasib buruh agar mematuhi ketentuan perundangan dengan meningkatkan kesejahteraannya.
Setelah berorasi, Bupati menyumbagkan sejumlah lagu berirama campur sari. Bahkan, usai bernyanyi bupati, pimpinan DPRD dan Kabagops Polres Sukoharjo, berbabur dengan para buruh untuk berjogetria. Saraya mengelu elukan hidup bupati hidup bupati, ratusan buruh berjogetria bersama bupati. (Sutarmin SH).


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !