Pasca Pilkades, Kades Baru Didemo, Dua Desa Tuntut Penghitungan Ulang INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Pasca Pilkades, Kades Baru Didemo, Dua Desa Tuntut Penghitungan Ulang

Pasca Pilkades, Kades Baru Didemo, Dua Desa Tuntut Penghitungan Ulang

Ditulis Oleh redaksi Kamis, 23 Mei 2013 | 07.22

Demo Tolak Kades Baru (Foto : Sumanto)
KLATEN - INDEPNEWS.Com : Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 277 desa di Kabupaten Klaten, tanggal 11 April lalu menyisakan sejumlah permasalahan. Sebab, pasca dilantiknya kades terpilih, Desk Pilkades Pemkab Klaten menerima tuntutan penghitungan ulang di Desa Senden, Kecamatan Ngawen dan Desa Jelobo, Kecamatan Wonosari.

Dari Desa Jelobo, empat anggota tim sukses calon kades Jelobo Sumarno, mendatangi Desk Pilkades Klaten yang juga Sekda Pemkab setempat Drs Sartiyasto, Kabag Pemerintahan Jaka Purtwanto dan sejumlah staf.

Tim sukses Sumarno, Slamet  Riyanto SPd, hasil penghitungan suara akhir, Sumarno mendapatkan suara 1179 dan incumbent Agus Supriyanti mendapatkan 1268 suara. Antara kedua calon itu terdapat selisih 89 suara. Sementara jumlah suara tak sah ada 173, sebanyak 90% di antaranya tidak sah karena dua lubang.

"Pencoblosan yang dilakukan dengan kertas suara dilipat, sehingga mengenai logo Pemkab Klaten. Kalau suara tersebut tidak dihitung, calonnya menang," kata Slamet.

Sehubungan permasalahan di Desa Jelobo, Drs Sartiyasto mengatakan, hasil penghitungan suara yang sudah ditetapkan dalam rapat panitia pencalonan dan pengangkatan dinyatakan sudah sah. Berdasarkan Peraturan Bupati No. 2 Tahun 2007 tentang Pilkades, surat suara yang dicoblos di luar kotak atau ada dua bekas coblosan dinyatakan tidak sah.

Dijelaskan, dalam Perbub 2 Tahun 2007, semuanya sudah diatur dengan jelas. Menurut Sartiyasto, pengaduan pilkades yang diajukan sebelum rapat penetapan akan diselesaikan panita dan camat, namun kalau dilakukan setelah penetapan akan masuk ranah hukum. Sehingga jika Desk Pilkades Pemkab Klaten memproses pihaknya melanggar peraturan.

Mendapat jawaban dari Desk Pemkab Klaten, Slamet dan rekannya bisa mengerti dan memahami. Namun, mereka sangat menyesalkan minimnya sosialisasi kepada 2.6720 pemilih oleh panitia. "Banyak lansia dan ibu-ibu yang tidak mengerti ketentuan sah atau tidak pencoblosan yang dilakukan," ujarnya.

Sementara tuntutan penghitungan ulang di Desa senden, Ngawen, karena antara calon terpilih dan pesaingnya hanya selisih satu suara. Saat selesai penghitungan sempat terjadi ketegangan antara pendukung calon yang kalah, bahkan sampai kotak suara diamankan ke Polres Klaten. Terkait masalah itu, Polres terjunkan 12 kompi bersenjata dibantu TNI.

Ketua Palona Senden Prawoto mengungkapkan, hasil penghitungan dari ketiga cakades ada 1946 suara. Calon ketela mendapatkan 762 suara, cakades bergambar padi mendapat 761 suara, dan cakades gambar jagung mendapat 423 suara. Sehubungan hasil tersebut, pendukung tanda gambar padi meminta agar penghitungan diulang. Namun sesuai peraturan, hal itu tidak bisa dilakukan.

Kapolres Klaten AKBP Y Ragil Heru Susetyo mengatakan, lantaran terjadi ketegangan maka kotak suara diamankan di Mapolres Klaten. Hal itu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Sekda Pemkab Klaten Drs Sartiyasto menyatakan, jika masalah yang terjadi di Desa Senden, serupa dengan di Desa Jelobo. Penghitungan suara sudah sah karena sudah ditandatangani panitia. "Tidak ada aturan untuk penghitungan ulang," katanya.
                                        
Kades Didemo
Karena mendapat tanggapan tidak memuaskan, ratusan warga Desa Senden, Ngawen, berunjuk rasa alias demo di balai desa setempat. Warga tetap menolak kades baru yang sudah dilantik Bupati Klaten Sunarno SE MHum. Mereka (warga-red) menuntut pilkades ulang dan menolak kades baru Triyono.

Ketegangan terjadi saat warga hendak membakar ban namun dicegah pihak keamanan. Karena emosi, warga tak hanya demo di balai desa, tetapi juga mendatangi rumah kades terpilih. Atas kesigapan aparat keamanan, sehingga tak terjadi tindakan anarkis.

Saat warga melakukan orasi, Kaur Umum Desa Senden Sih Paminta berupaya memberikan penjelasan. Namun justru oleh warga yang demo, dia (Sih Paminto) dilontari hujatan dan cacian. Sementara Sih Paminto mengaku siap mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilaksanakan saat pilkades, 11 April lalu. Karena, pihaknya yakin semua sudah sesuai prosedur dan aturan.

Menanggapi pendemo, kades terpilih Triyono mengatakan, ia tak takut meski didatangi warga. Menurutnya, semua adalah warganya dan tetangganya. Mereka diterimanya dengan baik. Menurutnya, apa yang diraihnya dalam pilkades sudah sesuai aturan dan ia mendaftar pilkades sesuai prosedur. Tentang menang kalah, dia tak mau berkomentar. lebih jauh sebab hal tersebut pilihan warga. (Anto SP)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved