![]() |
| Pendemo mengumpulkan koin untuk pembangunan pasar (Sutarmin SH) |
Mereka menuntut segera diselesaikannya proyek pembangunan Pasar Ir Soekarno, yang saat ini mangkrak. Sebelumnya, pedagang yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar Kota Sukoharjo (HPPKS) bersama sejumlah elemen masyarakat dalam Aliansi Perbaiki Sukoharjo (APS), melakukan longmarch dari Pasar Darurat Sukoharjo menuju Kantor Bupati.
Sepanjang jalan, peserta aksi berorasi menuntut kepastian penyelesaian proyek pembangunan pasar Ir. Soekarno Sukoharjo. Peserta aksi yang memakai seragam kaos warna orange, juga membentangkan poster dan sejumlah spanduk. Akibat aksi massa, arus lalu lintas Solo-Wonogiri, sempat tersendat dan kendaraan berjalan merayap.
Selain mengeglar aksi, massa juga mengumpulkan koin peduli untuk pembangunan Pasar Ir Soekarno. Pengumpulan koin, sebagai wujud protes terhadap mangkraknya proyek pembangunan Pasar Ir Soekarno.
Ketua Aliansi Perbaiki Sukoharjo Sumarjono, mengatakan, mangkraknya pembangunan Pasar Ir Soekarno sama saja membunuh rakyat secara perlahan. Pedagang hanya menginginkan pembangunan Pasar Ir Soekarno segera diselesaikan, meski permasalahan hukum tengah berjalan.
“Kalau pasarnya mati, pedagangnya juga akan mati secara perlahan. Ini sama saja menindas rakyat. Jangan buat rakyat marah. Pedagang hanya menuntut pemangku kebijakan di Sukoharjo, dan semua pihak yang terlibat dalam pembangunan Pasar Kota Sukoharjo segera mempercepat pembangunan Pasar Ir Soekarno,” tutur Sumarjono.
Dalam orasinya, Mulyadi, perwakilan pedagang, juga meminta Bupati Sukoharjo segera bertindak menyelesaikan proyek pembangunan Pasar Sukoharjo. Pedagang sudah menanggung kerugian yang sangat besar semenjak berdagang di Pasar Darurat yang kondisinya sepi dan memprihatinkan.
“Pak Bupati tolong segera selesaikan pembangunan Pasar Sukoharjo. Ini aspirasi kami dari para pedagang. Kami para pedagang bingung karena kondisi kami semakin merugi di Pasar Darurat,” pinta Mulyadi.
Dalam aksi unjukrasa tersebut, pedagang tidak ditemui Bupati atau satupun pejabat Pemkab Sukoharjo. Hal itu, karena Bupati dan para pejabat sedang menghadiri kegiatan pencanangan BBGRM (Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat) di Kecamatan Tawangsari.
Karena tidak ditemui oleh satupun pejabat Sukoharjo, para pedagang akhirnya membubarkan diri dan menyerahkan simbolis koin yang telah dikumpulkan untuk membantu pembangunan pasar kepada perwakilan Pemkab Sukoharjo. Pedagang juga mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran.
Seperti diketahui proyek pembaunan pasar Ir. Soekarno Sukoharjo yang didanai dari APBN dan APBD sebesar Rp 24,8 miliar kini mangkrak. Pasar yang seharusnya selesai pada 25 Desember 2012 tersebut hingga saat ini baru selesai 60 persen. (Sutarmin SH)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !