![]() |
| Tarian massal (Dok : Redaksi) |
Tari massal dilakukan siswa SMK di Sukoharjo di alun-alun Satya Negara, Kamis (2/5). Mereka menari bersama dengan menggunakan sampur, diinstrukturi oleh para guru mereka dan diiringi lantunan musik karawitan dari Museum Rekor Sukoharjo. Para penari berasal dari 10 sekolahan SMK di Kabupaten Sukoharjo.
Waka Kesiswaan SMK Taman Siswa Sukoharjo Titik Triwijati, menjelaskan, kegiatan menari massal memperingati Hardiknas, sebagai upaya nguri-uri budaya. Selain itu, pada momentum Hardiknas ini diharapkan seni budaya tradisional dapat masuk dalam kurikulum sekolah.
“Memperingati Hardiknas kita ingin menanamkan tradisi seni budaya daerah kepada para siswa. Kami juga ingin seni budaya tradisional khususnya tari ini dapat masuk menjadi kurikulum di sekolah,” jelas Titik.
Ditambahkan, tarian tradisional menyimpan filosofi dan mencerminkan karakter bangsa. Oleh karena itulah, jika tarian tradisional menjadi kurikulum di sekolah, maka para siswa secara tidak langsung telah mempelajari filosofinya dan membentuk jatidiri yang sesuai dengan karakter bangsa.
Koordinator Muresko, Bimo Kokor mengatakan, tari massal merupakan gagas untuk mempertahankan budaya asli Indonesia dari desakan budaya barat. Pasalnya, saat ini generasi muda lebih banyak dekat dengan budaya barat dibanding budaya sendiri. Lewat tari yang digelar bersamaan peringatan hari besar Hardiknas, mampu memberi tauladan generasi muda. (Armin SH)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !