![]() |
| DBS II salah satu transportasi air di Kepulauan Sumenep (dok) |
Kepala Kantor Adpel Syahbandar Kalianget, Bambang ATU, menjelaskan, meskipun perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak, Surabaya, bahwa cuaca laut di Perairan Sumenep, normal. Namun, dengan perubahan cuaca laut yang sangat cepat, dan adanya peristiwa yang dialami kapal cepat, maka diberlakukan sistem buka tutup.
“Perubahan cuaca laut yang terkadang normal dan ekstrem terjadi sengat cepat. Kami pun memberlakukan sistem buka tutup pelayaran. Ini demi keselamatan penumpang. Kalau dipantau cuaca laut baik, ya kami langsung memberikan ijin pelayaran. Tapi kalau gelombang sudah diatas 2 meter, kami terpaksa menunda pelayaran,” kata Bambang, Jumat (14/06).
Menurutnya, pemberlakukan sistem buka tutup tersebut, berdampak pada membludaknya penumpang berikut barang dan sembako di Pelabuhan Kalianget. “Saat ini penumpang yang sebagian besar warga Kepulauan Sumenep, berada di ruang tunggu sambil menunggu kepastian kapal berangkat. Sistem bukan tutup pelayaran itu berlaku sampai cuaca laut benar-benar kondusif, dan aman untuk dilayari,” terangnya.
Sementara, salah seorang pedagang asal Pulau Kangean, Sunarto mengaku khawatir penundaan sejumlah pelayaran ini akan menyebabkan barang dagangannya seperti sayuran dan telur, membusuk karena terlalu lama menunggu keberangkatan kapal.
“Mudah-mudahan cuaca secepatnya kembali normal, agar kapal bisa berlayar dalam satu-dua hari kedepan. Sebab, kalau penundaan lebih dari 4 hari dipastikan dagangan kami, berupa sayur dan telur akan membusuk,” tandasnya. (Ren-Nt)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !