![]() |
| Prosesi ritual tahunan atau lebih dikenal dengan Sadranan dengan melakukan puji dzikir serta tahlilan dan diakhiri dengan doa bersama (Dok : Redaksi) |
Tempat ritual yang ditempatkan di pemakaman tersebut, tidak menguragi niat warga masyarakat setempat untuk mengikuti ritual tahunan tersebut. Sebelum warga menikmati makanan secara bersama-sama, terlebih dahulu melakukan puji dzikir serta tahlilan dan diakhiri dengan doa bersama.
"Makanan yang dibawa ketempat sadranan ini bermacam-macam, setiap orangnya berbeda-beda. Setelah didoakan nantinya semua orang yang hadir disini boleh makan yang mana saja," ujar Tokoh masyarakat Desa Kemiri, Sumadi, Sabtu (29/6) kemarin.
Menurut Sumadi, ritual tahunan ini tidak lain hanya untuk menjalin kebersamaan antar warga masyarakat yang mempunyai kerabat yang dimakamkan di pasarean (makam) gede ini.
"Kami bersyukur, sadranan kali ini cuaca cerah. Dan berjalan dengan
hikmah," tandasnya. Sadranan dimulai dari makam bagian timur dan dikahiri di Makam Gede ini.
"Ya, tergantung warga. Saudaranya dimakamkan dimana? Kalau di makam timur ya dia ikut sadranan dimakam timur itu," sebutnya (jko).


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !