![]() |
| Suasana saat pelatihan berlangsung (ska) |
Di sisi lain, untuk mengkampanyekan paperless atau mengurangi penggunaan kertas pada saat melakukan penghitungan. Sedikitnya ada sekitar 71 staff Dishubkominfo Solo yang ditraining untuk mengikuti pelatihan pelaporan traffic counting di kompleks balaikota Solo, Senin (29/7).
Jumlah itu terbagi sebanyak 61 petugas di rest area dan 10 petugas di CCRoom di kantor Dishubkominfo Solo. Dan sedikitnya ada dua petugas akan disebar di lima rest area di dalam Kota Solo, mulai pukul 00.00 pada Kamis (1/8) mendatang. Diantaranya di rest area Jalan Adi Sucipto, Jalan Kolonel Sugiyono, Jalan Ki Mangunsarkoro, Jalan Ir Sutami, dan di Jalan Veteran, serta di CC Room.
“Petugas traffic counting yang kita terjunkan sebanyak 71 orang, mereka akan mendata semua kendaraan yang melintas di dalam kota Solo. Pelaporannya nanti dilakukan setiap 15 menit sekali selama enam kali pelaporan. Jenis kendaraan yang dihitung sepeda motor, kendaraan pribadi, kendaraan sedang dan kendaraan besar. Data ini juga dibutuhkan dinas untuk kepentingan penambahan sarana dan prasarana kebutuhan transportasi,” papar Arif Handoko, Kabid Teknis Sarana dan Prasarana Dishubkominfo Solo, disela training, Senin (29/7).
Ditambahkan Arif, mekanisme penghitungannya memang secara manual tapi pelaporannya secara online. Nantinya disetiap rest area akan disiapkan laptop dengan sistem tertentu, untuk memberikan pelaporan ke kantor Dishubkominfo mulai H-8 dini hari hingga H+7. Untuk penghitungannya sendiri dilakukan selama 24 jam.
“Selama ini sistem pelaporannya memang secara manual yaitu melalui HT dan ada petugas yang mengambil rekapan penghitungan yang terbagi dalam tiga shift di rest area. Jadi nanti petugas rest area disamping melakukan traffic counting juga melayani pemilik kendaraan yang ingin istirahat di rest area,” jelasnya.
Menurut Arif dengan sistem traffic counting secara online diharapkan pelaporannya akan lebih cepat. Dan ketika data itu dibutuhkan tidak sampai terlambat hingga berhari-hari, karena petugas harus berkeliling mengambil form penghitungan. Dengan sistem online data akan terus terupdate. Termasuk data dari petugas yang berada di CCRoom kantor Dishubkominfo.
“Tahun ini traffic counting yang kita lakukan tidak menggunakan formulir penghitungan. Selain untuk mengkampanyekan go green, kita juga mendukung program paperless atau meminimalkan penggunaan kertas. Disamping dukungan perangkat online untuk mempercepat proses pelaporan,” ungkap Ari Wibowo, Koordinator Traffic Counting Dishubkominfo Solo.(rdo&nv/ska)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !