![]() |
| Ilustrasi oknom pemerasan (en) |
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa, sebelum menikmati hasil niat jahatnya, Prayitno sempat digagalkan oleh anggota satuan polisi pamong praja (Sat Pol PP) yang kebetulan sedang bertugas patroli di sekitar lokalisasi tersebut.
"Satpol PP gadungan itu sempat meminta uang dan untuk menutupi kedoknya terhadap calon korban, dia mengatakan kalau dia dan teman-temannya melakukan sebuah razia, dia selalu memakai topeng penutup wajah. Jadi semua orang sangat wajar jika belum mengenal dia, ujar Pandi menirukan ucapan Prayitno.
Akan tetapi, Pandi curiga dan segera berkoordinasi dengan salah satu anggota Sat-Pol PP, Basri (34) yang sedang berjaga di Bandengan selama bulan Ramadhan. Basripun membujuk Prayitno lewat HP agar segera datang ke Bandengan. Maka, ditangkaplah Prayitno.
Dan di hadapan anggota Satpol PP tersebut, Prayitno mengaku hanya ingin gagah-gagahan saja atau tidak punya niatan jahat kepada sesama dengan mencari keuntungan pribadi.
"Saya sangat minta maaf dan saya siap dipecat dari PNS jika mengulangi perbuatan saya ini lagi," ujar Prayitno, menghiba di hadapan Satpol PP, Basri.
"Dia itu kepada saya meminta dibelikan sound system dan TV untuk ditaruh di Pendopo Kabupaten Situbondo, tapi saya curiga kalau dia itu bukanlah satpol PP sungguhan," ujar Pandi. (tim/en).


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !