Djoko Kirmanto Mengklaim Semua Jalur Lebaran Sudah Bisa Dilalui INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Djoko Kirmanto Mengklaim Semua Jalur Lebaran Sudah Bisa Dilalui

Djoko Kirmanto Mengklaim Semua Jalur Lebaran Sudah Bisa Dilalui

Ditulis Oleh redaksi Jumat, 26 Juli 2013 | 19.07

Pekerjaan jalan yang sudah hampir selesai (PN-o250)
JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengklaim semua jalur Lebaran sudah bisa dilalui para pemudik terhitung hari ini, Jumat (26/7). Artinya pengerjaan perbaikan jalan yang mengganggu kelancaran arus mudik akan berhenti untuk sementara.

"Mulai hari ini semua jalur lebaran sudah siap dilewati pemudik," ujar Djoko di Jakarta, Jumat (26/7).

Kondisi ini maju beberapa hari dari target yang dicanangkan Kementerian PU. Sebelumnya, pemeliharaan berkala dan perbaikan jalan di seluruh jalur mudik ditargetkan berhenti sementara pada H-10 sebelum Lebaran yang diperkirakan jatuh pada Senin (29/7). Penghentian sementara akan berlangsung hingga H+10. Setelah itu proyek perbaikan akan dilanjutkan kembali.

Djoko menjelaskan, beberapa titik yang berpotensi menjadi simpul kemacetan karena masih dalam proses pengerjaan sudah terselesaikan. Untuk jalur timur Sumatera misalnya, masih terdapat potensi kemacetan di wilayah Lampung, Palembang, dan di lokasi longsor di Provinsi Jambi.

"Di Sumatera tempat yang biasa macet sudah selesai dan sekarang bisa dilewati," katanya.

Begitupun jalur Jawa tengah yakni wilayah Pejagan-Brebes. Untuk perbaikan, jalur tersebut dilakukan betonisasi. Namun, untuk sementara jalur yang belum dibeton sudah diaspalkan agar tidak menggangu arus pemudik. Sementara jalur mudik Jawa Barat di wilayah Nagrek, ia mengungkapkan, tahun kemarin kemacetan bergeser ke titik Gentong tapi saat ini diharapkan tidak ada lagi karena ada penambahan jalur alternatif.

"Di Bali kemacetan yang padat itu di simpang Dewaruci. Saat ini sudah selesai 100% karena kita buat underpass ke arah airport sehingga kemacetan bisa diurai," tambahnya.

Hal serupa juga berlaku pada jalur mudik Provinsi Sulawesi Selatan, Pulau Kalimantan, dan Provinsi Jawa Timur. Proses pemeliharaan dan perbaikan jalan sudah selesai.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto mengatakan, untuk menjamin kenyamanan dan kelancaran arus mudik sudah disiapkan pula alat-alat berat di sepanjang titik wilayah yang rawan bencana longsor.

"Titik yang rawan longsor dan sangat sensitif ditaruh alat berat," tutur Murjanto.

Muatan Berlebih
Salah satu penyebab kerusakan jalan nasional yang memiliki panjang 38 ribu kilometer di seluruh Indonesia disebabkan banyak truk yang membawa muatan melebihi kapasitas kekuatah jalan. Djoko menjelaskan, hal tersebut terutama terjadi di jalur lintas timur Sumatera dan jalur pantai utara Jawa (Pantura). Kekuatan jalan yang seharusnya bisa 10-15 tahun sudah mulai rusak dalam lima tahun.

"Overload menyebabkan jalan cepat rusak. Teorinya kalau dua kali lipat (overload) rusaknya bisa 16 kali lipat," katanya.

Murjanto mengungkapkan, jalan nasional mampu dilewati kendaraan dengan muatan sumbu terberat (MST) sampai 10 ton. Bila kondisi ini dipatuhi oleh pengguna jalan maka jalan beton bisa bertahan sampai dengan 20 tahun. Sementara jalan aspal biasa 10 tahun sedangkan jalan yang dilapisi high performance flexible pavement bisa bertahan sampai dengan 15 tahun.

Adapun pada jalur Pantura sepanjang 229 kilometer sudah dilakukan betonisasi. Sementara jalan yang sudah dilakukan pelapisan ulang sepanjang 106 kilometer. Anggaran tahun ini yang dikeluarkan untuk penanganan jalan Pantura sebesar Rp1,2 triliun.

"Sejak Januari hingga Juli itu sudah 40 persen (penanganan jalan Pantura) setelah itu 60 persennya," katanya. (PN-o250)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved