Meski Diwarnai Segudang Prestasi, Peringatan HUT ke 67 Sukoharjo Dirayakan Sederhana INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Meski Diwarnai Segudang Prestasi, Peringatan HUT ke 67 Sukoharjo Dirayakan Sederhana

Meski Diwarnai Segudang Prestasi, Peringatan HUT ke 67 Sukoharjo Dirayakan Sederhana

Ditulis Oleh redaksi Minggu, 14 Juli 2013 | 13.46

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya foto bersama Wakil Bupati Haryanto dengan pakaian kejawen (Sutarmin)
Bupati saat menerima penghargaan Satya Lencana
dari Mendagri Gamawan Fauzi (Sutarmin)
SUKOHARJO - INDEPNEWS.Com : Berbeda dengan peringatan tahun tahun sebelumnya, dilakukan dengan meriah dengan berbagai acara. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Sukoharjo 67 tahun, yang jatuh pada hari Senin 15 Juli 2013, dilakukan sangat sederhana.Tidak ada panggung hiburan dan pawai keliling Kota Kabupaten, seperti yang dilakukan setiap tahun. Untuk peringatan tahun 2013 dirayakan sangat sederhana karena bertepatan dengan Bulan Ramadhan atau bulan puasa. Tapi yang istimewa, seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) wajib memakai pakaian jawa lengkap.

Menurut Bupati Sukoharjo H. Wardoyo Wijaya, SH, MH, peringatan HUT ke 67 tahun dirayakan sangat sederhana tapi khidmad. Hal itu dilakukan, karena peringatan HUT tahun 2013 bertepan dengan bulan puasa. Untuk itu, peringatan dilakukan sangat sederhana.

“Kita menghormati umat Islam yang sedang menunaikan ibadah puasa. Sehingga umat Muslim yang menjalankan ibadah tidak tergangu. Kalau ada panggung hiburan, dikawatirkan mengurangi kekhusukan beribadah,” paparnya.

Didampingi Wakil Bupati Drs. H. Haryanto, MM dan Sekretaris Daerah (Sekda) Agus Santoso, Bupati menambahkan, meski sederhana peringatan HUT tidak mengurangi makna dan arti. Bahkan, peringatan HUT tahun 2013 sangat istimewa, karena seluruh PNS diwajibkan memakai pakaian jawa lengkap. Pada tanggal 15 Juli seluruh PNS, memakai seragam beskap lengkap.

Pada peringatan HUT ke 67 tahun, banyak hasil dan prestasi yang berhasil disabet Kabupaten berpenduduk 942.523 jiwa itu. Selama kurun waktu setahun, paling tidak 8 buah piagam penghargaan dan tropy baik tingkat Provinsi maupun Nasional berhasil disabet.

Prestasi yang diraih diantaranya, juara pertama nasional Pemerintah Daerah penyelenggara bangunan gedung kategori Kabupaten dan juara III nasional penataan ruang serta cipta karya. Kemudian juara pertama nasional lomba kelompok ternak sapi,  juara satu nasional lomba Hasil Tanaman Obat Keluarga (Toga) tingkat nasional dan juara I Provinsi Pusekesmas terbaik. Untuk penghargaan yaitu Satya Lencana Kraya Bhakti Praja Nugaraha dari Presiden RI dan Anubhawa Sasasan dari Menteri Hukum dan HAM.

Meski berhasil menorehkan sejumlah prestasi dan penghargaan, ternyata masih mempunyai banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. Tercatat ada tiga PR yang harus memerlukan penanganan serius yaitu mangkraknya proyek pembangunan pasar Ir. Soekarno Sukoharjo, masih banyak penduduk miskin dan belum sempurnanya pembangunan insfrastruktur.

Seperti diketahui, pada HUT ke 66 tahun lalu, masyarakat mendapatlkan kado istimewa pembangunan dua pasar tradisional dengan dana sekitar Rp 60 miliar, dari bantuan APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten.  Untuk pasar Sukoharjo Kota yang diberi nama pasar Ir. Soekarno, telah dilakukan peletakan batu pertama oleh Bupati Wardoyo Wijaya, namun sampai saat ini mangkrak. Hal itu terjadi karena pelaksana proyek PT Ampuh tidak melakukan pembangunan sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB). Buntutnya, pasar yang direncanakan selesai awal 2013 sampai sekarang mangkrak.

Sementara itu, pasar Bekonang yang  menempati areal tanah sekitar 9.000 M2, telah selesai dan diresmikan. Pasar yang menempati tanah strategis itu, diangarakan sekitar Rp 29 miliar. Dengan selesainya pembangunan pasar Bekonang, mampu meningkatan perekonomian masyarakat.

Berdasarkan data terakhir, jumlah penduduk Kabupaten terkecil nomor dua di Jawa Tengah, setelah Kudus ini, pada usianya ke 67 jumlah penduduknya sebanyak 942.523 jiwa. Dari jumlah penduduk itu, 342.231 jiwa atau 36,31% merupakan penduduk miskin. Dari jumlah itun 84.823 jiwa masuk kategori sangat miskin, penduduk miskin status II 87.483 jiwa, status III, 71.919 jiwa dan status IV sebanyak 98.006 jiwa.

Melihat kondisi yang sedemikian itu, Wardoyo Wijaya, melakukan manuver dan cara untuk mewujudkan janjinya. Setelah selesai menata pendidikan gratis, dilanjutkan penataan hidup warganya dengan memmberi bantaun Kube, modal simpan pinjam bantuan setiap RT. Bahkan, untuk pemukiman layak huni juga dilakukan lewat program bedah rumah atau pemugaran rumah tidak layak huni (RTLH).

Selain itu, memasuki usianya yang ke 67 tahun, kabupaten seluas 46,66 Km2 masih menjadi salah satu penyangga pangan di Jateng bahkan nasional. Meski telah melakukan fungsi dan tugasnya sesuai norma dan aturan bahkan terjadi lonjakan keberhasilan, tapi masih juga banyak kerikil kerikil tajam menghadang. Bagaimana beratnya, mewujudkan perubahan sampai menyentuh ke seluruh masyarakat. Untuk mewujudkan semua itu, kerikil kerikil tajam yang menghadang harus disingkirkan, papar Bupati Wardoyo Wijaya.

Paling utama dalam peringatan hari jadi tahun 2013 Pemkab Sukoharjo adalah semangat untuk memajukan Sukoharjo di sejumlah sektor. Yang terpenting adalah komitmen untuk lebih memakmurkan masyarakat Sukoharjo, memajukan seluruh potensi daerah Sukoharjo dan membuat nama Sukoharjo harum di berbagai bidang. Kunci keberhasilan, adalah kebersamaan, kerjasama dan peran serta berbagai pihak. Selama ulang tahun Kabupaten Sukoharjo. (Sutarmin)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved