Pemkab Sukoharjo Operasi Daging Glonggongan dan Ayam Tiren INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Pemkab Sukoharjo Operasi Daging Glonggongan dan Ayam Tiren

Pemkab Sukoharjo Operasi Daging Glonggongan dan Ayam Tiren

Ditulis Oleh redaksi Rabu, 17 Juli 2013 | 07.56

Pedagang dan pembeli daging di pasar (Armin)
SUKOHARJO - INDEPNEWS.Com : Meningkatnya harga kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari hari, khususnya harga daging dimungkinkan akan bermuculan pedagang nakal. Kecurangan yang muncul adanya daging glonggongan, daging campur celeng dan ayam tiren (mati kemarin-red).

Terkait dengan itu dan untuk melindungi masyarakat, Pemkab Sukoharjo segera menggelar operasi daging glongongan dan ayam tiren. Operasi akan dilakukan dalam waktu dekat dan perangkatnya sudah disiapkan, jelas Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Sukoharjo, Ir. Priyono kepada Indepnews.com, Selasa (16/7).

Dijelalaskan, Bagian Perekonomian telah koordinasi dengan Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan dan Satpol PP. Bahkan, juga telah koordinasi dengan aparat kepolisian, untuk bersama sama melakukan operasi.

Ditambahkan Priyono, sasaran operasi di daerah perbatasan seperti di kartasura, Gatak, Mojolaban, Polokarto, Weru dan Bulu. Hanya saja, untuk fokus operasi daging glonggongan dan ayam tiren akan dilakukan di Kartasura.

Hal itu dilakukan, karena Kartasura selama ini dikenal sebagai daerah sasaran peredaran daging glonggongan dan ayam tiren. Bahkan, Kartasura merupakan daerah lalu lintas pengiriman daging glonggongan dan ayam tiren ke daerah lain, paparnya.

Seperti diketahui menjelang datangnya bulan puasa dan awal puasa tahun 2013, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tardisional Sukoharjo mulai mnengalami kenaikan. Bahkan, harga telur dan daging mengalami kenaikan gila gilaan, dibanding bulan sebelumnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, memasuki pekan kedua bulan puasa harga telur masih tinggi menembus angka Rp 20 ribu/Kg. Sementara harga  daging ayam melonjak mencapai Rp 22 ribu/kg. Untuk harga daging sapi masih tinggi berkisar antara Rp 70 ribu - Rp 90 ribu/kg.

Harga kebutuhan dapur yang naik tajam di sejumlah pasar tradisional adalah harga bawang merah mencapai Rp 50 ribu/kg dan harga cabai mencapai Rp 40 ribu - Rp 60 ribu/kg. Adanya berubahnya harga kebutuhan pokok, Disperindag meningkatkan pemantauan di pasar pasar tradisonal. Semula, pantauan dilakukan sepekan sekali, karena harga mengalami perubahan pemantauan dilakukan setiap hari.

Kepala Disperindag Sukoharjo, Bambang Haryanto mengatakan, tim melakukan pantauan lebih intensif terhadap harga kebutuhan-kebutuhan pokok selama bulan puasa. Sebelumnya, pantauan dilakukan sepekan sekali, setelah puasa pemantauan dilakuakn setiap hari. (Armin)
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved