Temuan LP3ES, Pemilih TNI/Polri dan Meninggal Dunia Masuk DPS INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Temuan LP3ES, Pemilih TNI/Polri dan Meninggal Dunia Masuk DPS

Temuan LP3ES, Pemilih TNI/Polri dan Meninggal Dunia Masuk DPS

Ditulis Oleh redaksi Rabu, 31 Juli 2013 | 10.23

Ilustrasi hasil audit daftar pemilih (dok)
JAKARTA - INDEPNEWS.Com : Hasil audit daftar pemilih yang dilakukan Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) menunjukkan petugas pemutakhiran data pemilih di Sumatra Utara, Jawa Tengah, dan Maluku tidak mencoret pemilih TNI/Polri.

Direktur Eksekutif LP3ES Kurniawan Zein saat menyampaikan hasil audit di Jakarta, Selasa (30/7), mengatakan berdasarkan hasil wawancara LP3ES dengan pantarlih, ditemukan 34,5% pemilih di Sumut tidak dicoret, di Jateng sebanyak 67,5%, dan Maluku sebanyak 29,3%.

Tak hanya itu, lanjut dia, juga ditemukan pemilih yang belum berusia 17 tahun saat Pemilu 2014 tidak dicoret dalam daftar pemilih sementara (DPS). "Di Jateng paling banyak pemilih yang belum berusia 17 tahun saat pemilu nanti tidak dicoret oleh Pantarlih, yakni 50,4%. Maluku sebanyak 33,7% dan Sumut 29,7%," kata Kurniawan.

Ia mengatakan LP3ES mewawancarai 112 pantarlih di Sumut, 117 pantarlih di Jateng dan 91 pantarlih di Maluku. Bahkan, kata Kurniawan, LP3ES menemukan pemilih yang telah meninggal masuk dalam DPS di Jateng dan tidak dicoret. "Jumlahnya mencapai 13,7%" katanya.

Selain itu, banyak pemilih yang layak tetapi belum terdaftar oleh pantarlih, yakni 20,5% di Jateng dan 10,9% di Maluku.

Dengan temuan itu, LP3ES merekomendasikan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan perbaikan daftar pemilih sementara (DPS) secara intensif dan melakukan mekanisme monitoring internal selama masa pendaftaran pemilih yang tersisa.

"Mekanisme monitoring tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi langkah-langkah yang harus dilakukan dalam penyusunan dafftar pemilih yang berkualitas," katanya.

KPU juga diminta untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan mengimbau masyarakat mengenai pentingnya terdaftar dalam daftar pemilih yang berkualitas.

Kurniawan menyatakan daftar pemilih yang akurat dan berkualitas merupakan satu kunci penting keberhasilan penyelenggaraan pemilu. Oleh karena itu, katanya, LP3ES terpanggil untuk melakukan audit dan pengawasan (monitoring) daftar pemilih.
        
Ia menyebutkan LP3ES melakukan audit daftar pemilh atau asesmen daftar pemilih (ADP) pada 11-17 Juli lalu di Sumatra Utara sebanyak 1.840 responden pada 115 desa/kelurahan, di Jawa Tengah sebanyak 1.872 responden pada 117 desa/kelurahan, dan Maluku sebanyak 1.680 responden pada 105 desa, dengan margin of error +/- 3,5%.

Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah menambahkan, hasil monitoring LP3ES terhadap pemutakhiran data pemilih akan menjadi catatan penting bagi KPU, khususnya adanya pemilih yang telah meninggal tidak dicoret. Begitu juga soal tidak dicoretnya pemilih yang berstatus TNI/Polri serta pemilih yang belum berusia 17 tahun. [PN-o250]
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved