![]() |
| Ilustrasi pejuang kemerdekaan |
Hal tersebut diungkapkan Bupati Sumenep, pada acara Ramah Tamah dengan para Veteran, Pejuang Kemerdekaan dan Warakawuri Kabupaten Sumenep, di Pendopo Agung Kraton Sumenep, Senin (19/08).
Karena itu tegas Bupati, para penerus kemerdekaan tidak hanya sekedar memperingati hari kemerdekaan, namun punya orientasi yang tepat sesuai kondisi yang ada.
“Bagaimana para pendahulu dalam menghadapi tantangan, dengan semngat ingin merdeka dari kebodohan, keterbelakangan dan sebagainya,” ujarnya.
Ditambahkan, dalam mengisi kemerdekaan saat ini tidak hanya karena sumberdaya manusia dan sumberdaya alam yang tersedia. Namun, yang penting, karena rasa kebersamaan dari semua komponen yang ada untuk terus berjuang melawan kebodohan dan keterbelakangan.
Bupati juga menjelaskan, arti sebuah kata MERDEKA, yakni Maafkanlah siapa dan apapun yang telah menyakitimu, Eratkan persaudaan persatauan dan kesatuan, Relakan apapun yag sudah dan harus terlepas dari kita, Disiplin tanpa keterbatasan, Empati dalam menghadapi kesulitan bersama, Kembalikan apa yang menjadi hak orang lain dan Allah SWT lah satu-satunya tempat kita bergantung.
Sementara, dalam ramah tamah yang dihadiri para veteran, pejuang kemerdekaan, warakawuri, anggota Forpimda Sumenep dan para pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, menghadirkan KH. Ahmad Fauzi Tidjani, MA dari Pondok Pesantren Al-Amin Preduan Sumenep, yang memberikan tausiyah dalam mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pejuang veteran dimasa lalu. (Ren)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !