![]() |
| Ferry Alfiand Tjung Phin diwawancarai wartawan Taiwan di Hong Kong. 14 dari 20 warga Hong Kong tahu Jokowi [SM] |
“Dengan wawancara langsung sebanyak 10 orang, kemudian menelepon 6 nama dari buku telepon dan 4 orang yang saya kenal. Ternyata 14 dari 20 warga Hong Kong tahu tentang Jokowi,” ungkap Ferry.
Ke-10 wawancara langsung, dilakukan sembari menunggu taksi di bandara Hong Kong, setibanya dengan pesawat China Airlines Sabtu (14/9). Ferry asal Singkawang (Kalimantan Barat), fasih berbahasa Mandarin, sehingga lancar berkomunikasi dengan warga Hong Kong.
Dari 10 wawancara langsung, sebanyak 8 orang tahu tentang Jokowi. “Kalau meminjam terminologi para lembaga survey, berarti popularitas Jokowi di Hong Kong (responden wawancara langsung) 80%.
Setibanya di hotel, Ferry langsung mencari buku telepon, kemudian menghubungi 6 orang secara acak, 3 di antaranya tahu tentang Jokowi. Lalu 4 orang lagi, Ferry menghubungi 4 orang temannya yang tinggal di Hong Kong, 3 di antaranya tahu Jokowi.
“Jadi dari 20 orang, 14 atau 70% warga Hong Kong tahu tentang Jokowi. Luar biasa,” kata Ferry, yang sebelum berangkat ke Hong Kong, mempelajari dasar-dasar survey.
Melalui bahan yang diperoleh dari pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Mulyana Kusumah, Ferry membaca dua tahap penting sebelum memperoleh elektabilitas. Pertama adalah popularitas, kedua likabilitity (kesukaan), barulah electability (elektabilitas).
“Saya tak merasa perlu menanyakan likebility dan elektability, karena mereka kan tidak ikut coblos Jokowi. Saya pikir menarik, karena luar Indonesia juga tahu tentang Jokowi,” tuturnya.
Mayoritas responden (18 orang) yang ditanya Ferry, mengetahui Jokowi dari media massa televisi dan media cetak serta internet. Sisa 2 orang lagi, 1 di antaranya mengetahui ketika secara tidak sengaja mendengar pembicaraan orang. Lalu 1 lagi, tahu dari temannya.
Ketertarikan warga Hong Kong terhadap Indonesia, menurut Ferry sangat dipengaruhi oleh banyaknya migran asal Indonesia. Selain itu, budaya warga Hong Kong cukup terbuka, demokratis, budaya warisan Inggris yang menjadi penguasa di Hong Kong selama 100 tahun.
Ferry adalah Relawan Jokowi yang berdomisili di Pangkalan Bun (Kalimantan Tengah), berprofesi sebagai petani. (RJ/SM)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !